Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Bantuan keuangan bagi mahasiswa doktor di Jerman

Bantuan keuangan bagi mahasiswa doktor yang udah di Jerman
Hallo teman-teman

Maaf kalau pertanyaan ini sudah dibahas sebelumnya, walaupun saya
telah mencoba lihat2 kembali arsip dimessage sebelumnya dan saya
tidak mendapatkan informasi yang saya butuhkan dan saya hendak
mengajukan pertanyaan ini.

Saya baru melakukan program doktor (S3) di Universitas Muenster
Jerman, status masih masa percobaan. Saya berencana akan mengundang
istri saya ke Jerman kami baru menikah dan belum punya anak. posisi
saya adalah doktor dengan beasiswa dari profesor di institut saya
bekerja (istilah bahasa jermannya posisi half position, gajinya
setengah gaji biasa).

Berhubung pendapatan yang saya terima agak kecil saya berniat untuk
mencari bantuan seperti beasiswa. Adakah teman2 tahu dimana kiranya
dapat bantuan seperti itu. Adakah teman2 juga tahu info di website
manakah biasanya bantuan untuk orang sekolah doktor di jerman atau
dinegara lain dari pemerintah jerman atau dari pemerintah indonesia
atau badan pemberi bantuan lain?
Saya sangat berterima kasih atas informasi teman2 sekalian.

PS: Informasi yang saya dapat kalau beasiswa S3 dari pemerintah
indonesia (DAAD, dsb) untuk pemanggilan keluarga dapat bantuan lagi,
atau bantuan tersendiri, sedangkan saya bukan beasiswa tetapi pegawai
sekolah doktor bergaji setengah posisi (mungkin disitu kesulitannya)

Salam dari Muenster Jerman
Sony Adhi Susanto

JAWAB

Mas,

Kalau dirasa berat, apalagi masih baru bergabung (dibawah setahun), cara lain adalah pindah saja ke negara/research group lain yg memberikan stipend lebih manusiawi (selagi akses internet bagus dan bisa mobile untuk interview). Kadang sumber “bencana” ada pada supervisor yg sangat hemat – lalu kita kena getahnya. Studi S3 cukup lama, sangat tidak enak bertahun – tahun kita harus belajar dalam keadaan uang yg terbatas (apalagi kalau sampai gara2 itu tidak bisa bawa keluarga). Bisa saja part time job, tapi gimana ya, kayanya capek banget. Kalo akhirnya ada sumber tambahan dana lain sih oke. Tapi jika tidak, pertimbangankan saran saya diatas.

iscab:

Sebaiknya istri Pak Sony melamar jadi mahasiswa saja, jadi dapat visa
student.
Visa student mengijinkan bekerja 90 hari waktu penuh atau 180 hari paruh
waktu.
Jadi istri bisa bekerja.

Kalau masih kekurangan uang, bisa mencoba mendonor plasma darah untuk uang.
Nama institusinya ZLB Plasma Service. Bisa dicek di Google, apakah ada di
Muenster juga.
Donor plasma darah bisa dilakukan seminggu sekali.

Kalau lembaga beasiswa yang mungkin dicoba adalah
– KAAD (www.kaad.org)
– EED

Untuk beasiswa KAAD, tinggal cari KSHG Muenster. Lalu tanya ke
sekretariatnya.
Untuk beasiswa EED, tinggal cari ESG Muenster.

Salam dari Bremen,

Condro

Saya setuju dengan pendapat mbak Vidya. Sebaiknya cari research group lain. Idealnya salary PhD student di Eropa itu minimal 1100 euro. Kalau sudah berkeluarga apalagi, minimal 1300 euro. Ingat PhD itu adalah PEKERJAAN (and mostly pekerjaan yang MEMBOSANKAN dan prospek komersialnya tidak ada), bukan course seperti bachelor atau master, jadi kita harus menuntut gaji yang layak.

Saran saya coba liat research group lain di negara-negara Scandinavia, mereka memberikan stipend yang cukup baik bagi PhD student. Perancis juga memberikan banyak beasiswa, walaupun stipendnya juga tidak lebih baik, coba buka http://www.anrt.asso.fr

of course untuk Jerman konsultasi ke http://www.daad.de adalah yang terbaik.

Regards,

Adhiguna

Mas,

Kalau dirasa berat, apalagi masih baru bergabung (dibawah setahun), cara lain adalah pindah saja ke negara/research group lain yg memberikan stipend lebih manusiawi (selagi akses internet bagus dan bisa mobile untuk interview). Kadang sumber “bencana” ada pada supervisor yg sangat hemat – lalu kita kena getahnya. Studi S3 cukup lama, sangat tidak enak bertahun – tahun kita harus belajar dalam keadaan uang yg terbatas (apalagi kalau sampai gara2 itu tidak bisa bawa keluarga). Bisa saja part time job, tapi gimana ya, kayanya capek banget. Kalo akhirnya ada sumber tambahan dana lain sih oke. Tapi jika tidak, pertimbangankan saran saya diatas.

Hallo mas Sony,

Setahu saya, standar salary yg diberikan oleh institusi atau universitas (yg biasanya punya project khusus) itu jauh diatas yg diberikan oleh beasiswa pemerintah (DAAD, EED, dll).
Kalau DAAD biasanya ngasih sekitar 1200an Euro (untuk S3) plus living allowance untuk family/month, maka institusi atau universitas punya standar BATIIa yg besarnya sekitar 1900-2000 Euro/month. Jadi kalau mas Sony dapat setengah saja (BATIIa/2), itu berarti sekitar 900-1000 Euro/month. Jumlah segitu sudah cukup untuk membiayai hidup mas Sony dan istri. Apalagi hidupnya di Münster, kota pelajar yg tidak terlalu besar dan living costnya lebih kecil dibanding Bremen atau Hamburg misalnya.

Semoga membantu.

Salam, Hesti

Sony,
BATIIA/2 memang nettonya kelihatan kecil karena potongan pajak anda
sebagai single besar. Mungkin anda bisa coba mengubah status anda
dari single jadi married di kantor pajak. Ini mungkin bisa dilakukan
sesudah istri datang.

Saya ga tau juga di Jerman gimana sistemnya, kalau di Belanda
walaupun istri di luar Belanda status di kantor pajak bisa diubah
jadi married. Otomatis pajaknya jadi lebih kecil (dan netto gaji
lebih besar) karena dihitung gajinya buat biaya hidup 2 orang.

Iklan

Juli 24, 2008 - Posted by | tips beasiswa

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: