Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Yayasan Damandiri Kredit Taskin

Yayasan Damandiri Kucurkan Kredit Taskin Rp. 3,5 miliar

29 Desember 2000

Yayasan Damandiri yang dikoordinasikan Kantor Menteri Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) terus eksis membantu berbagai pihak, baik keluarga-keluarga miskin maupun kalangan dunia usaha.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Kesra dan Taskin Prof. DR. Basri Hasanuddin, di tengah terpuruknya dunia usaha Indonesia sebagai imbas dari krisis moneter berkepanjangan yang hingga kini belum terselesaikan ternyata industri kecil yang dikelola oleh kelompok rumahan justru mampu menyambung hidup para keluarga.

“Karena itu, terpadunya program-program kesejahteraan rakyat untuk mengatasi kemiskinan, terutama bagi keluarga Pondok Pesantren Maslakul Huda, menjadi sangat penting bagi pemerintah,” kata Basri Hasanuddin saat di wawancarai Haris Fadillah dari tabloid Gema Mandiri di Pati, Jawa Tengah, 25 Mei lalu.

Pondok Pesantren Maslakul Huda yang dipimpin KH. Sahal Mahfuz, sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu Taskin) dapat menciptakan hubungan kemitraan yang serasi antara pemerintah di satu pihak, dengan kelompok swadaya masyarakat di lain pihak, yang kesemuanya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Itu sebabnya, lanjut Menko Kesra dan Taskin Basri Hasanuddin, bantuan dana sebesar Rp. 3,5 miliar yang diserahkan Yayasan Damandiri kepada Kantor Menko Kesra dan Taskin untuk diteruskan kepada masyarakat melalui BPR Artha Huda Abadi, menjadi sangat penting.

Ditegaskan Menko Kesra dan Taskin, visi pembangunan bidang kesejahteraan rakyat dalam mengatasi kemiskinan yaitu membangun masyarakat yang maju dan sejahtera, sehat dan mandiri serta bebas dari kemiskinan dan mampu mengatasi bencana karena sadar dan siap mengatasi bencana.
Berdasarkan prinsip-prinsip yang dikembangkan Kantor Menko Kesra dan Taskin dikembangkan prioritas pembangunan di bidang kesejahteraan rakyat dan pengentasan kemiskinan di antaranya:

Pembangunan Sumber Daya Manusia, terutama pada pemberdayaan anak-anak dan wanita, untuk mempersiapkan SDM yang handal dan memberdayakan wanita sebagai pilar bangsa.

Menanggulangi kemiskinan melalui proses pemberdayaan dan mempermudah akses keluarga miskin terhadap kesempatan berusaha, modal dan pemasaran produk-produk yang dihasilkannya.

“Pendekatan pembangunan saat ini menganut paradigma baru yang berorientasi pada masyarakat, sehingga pemerintah harus dapat menjalankan perannya sesuai kondisi perubahan tersebut. Dalam hal ini pemerintah hanya sebagai fasilitator dan mengatur cara-cara memberdayakan masyarakat,” papar Basri Hasanuddin.

Maka tak heran, program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Pondok Pesantren Maslakul Huda merupakan implementasi dari paradigma baru pendekatan pembangunan yang berorientasi pada masyarakat. “Kalau semua daerah memiliki program semacam ini, yaitu melakukannya secara serempak, maka upaya pengentasan kemiskinan akan sangat cepat keberhasilannya,” harap mantan rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Makasar ini.

Juli 22, 2008 - Posted by | BEASISWA, dalam negeri

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: