Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

SEJARAH FULBRIGHT

SEJARAH FULBRIGHT

AWAL DIDIRIKAN

Pada bulan September 1945. Perang yang telah terjadi hampir diseluruh dunia, yang meninggalkan sedikit dari penghuninya tidak tersentuh, akhirnya berakhir pemimpin dari negara-negara yang memenangkan perang mencari cara untuk mengumpulkan yang tersisa – atau menciptakan jika memang memungkinkan, masa depan yang damai dan sejahtera untuk semua bangsa. Seorang senator Amerika dari negara bagian Arkansas, yang bernama J.William Fulbright, mempunyai ide.

“Praduga dan pandangan yang salah yang selama ini ada di setiap negara mengenai masyarakat asing lainnya,” seperti yang dia beritahukan ketemannya, “adalah penghalang yang sangat besar terhadap sistem pemerintahan dimanapun.” Jika, masyarakat diseluruh dunia bisa saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik, bekerjasama dengan lebih baik dan belajar bersama, mungkin mereka akan lebih berkeinginan untuk bekerjasama dan melupakan keinginan untuk berperang dan saling membunuh.

Fulbright telah menjelajah diseluruh daratan Eropa Timur dan telah berkunjung ke Universitas Oxford di Inggris sebagai salah satu peneliti dari Rhodes, pengalaman tersebut telah memperluas pandangannya dan membuat dia merasa sebagai warga negara dunia. Selama dia berada di Inggris, dia mengetahui nilai dari pertukaran pendidikan secara langsung. Mengapa tidak menciptakan program yang akan terjadi diseluruh dunia, dengan siswa dari berbagai negara yang mungkin akan belajar – dan tinggal serta dapat mengenal masyarakat – di Eropa, Asia, Afrika, dan wilayah dunia bagian barat, dan mungkin wilayah samudera Pasifik?

Sebuah penekanan yang diperkenalkan Fulbright ke Dewan Kongres Amerika di musim gugur, “untuk mempromosikan niat baik internasional melalui pertukaran pelajar di bidang pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan,” disetujui oleh Kongres dan di tandatangani pada tanggal 1 Agustus 1946 oleh Presiden Amerika Harry S. Truman.

Program yang menurut sejarawan Arnold Toynbee disebut sebagai “salah satu hal yang luar biasa baik dan tak terbayangkan dilakukan didunia sejak Perang Dunia II” dan yang investasi yang sangat menguntungkan yang pernah di otorisasikan oleh Kongres” akan segera dimulai.

SETELAH PERANG DUNIA II

Setelah Perang Dunia ke II berakhir, jutaan keuntungan dari properti ditinggalkan di gudang-gudang dan tempat penyaluran di seluruh dunia. materi tersebut telah disalurkan oleh Amerika sebagai salah satu program Pinjam-Sewa; negara yang telah dipinjamkan harus membayar kembali terhadap negara Amerika untuk pinjaman tersebut. Situasi tersebut dijadikan oleh Senator Fulbright sebagai cara untuk memperkenalkan cara mendanai program pertukarannya. Kenapa tidak membiarkan setiap negara membeli keuntungan properti dengan mata uang negara tersebut, dan kemudian gunakan uang tersebut untuk membiayai pengeluaran yang diperlukan oleh warga negara Amerika yang sedang belajar di negara tersebut dan untuk transportasi bagi pemuda dari negara tersebut untuk pergi ke Amerika dan belajar disana?

Rencana tersebut berkerja dengan sangat baik. Program Pertukaran Fulbright pertama kali terjadi di tahun 1948, ketika 35 siswa dan satu professor pergi ke Amerika dan 65 orang Amerika pergi keluar negeri. Saat ini, hampir seperempat juta orang dari 150 negara dan berbagai macam bidang studi telah mendapatkan keuntungan dari “Pengalaman Fulbright”. Individu tersebut telah berkontribusi baik dalam skala kecil dan besar, langsung maupun tidak langsung, untuk mengurangi tekanan politik dari era paska Perang Dunia ke II. Keberhasilan mereka adalah kesaksian dari pentingnya distribusi ilmu pengetahuan dan pertukaran ide dalam mencari solusi bagi masalah yang dihadapi oleh manusia.

Bagian yang terbaik dari program Fulbright adalah kealamian dwi kebangsaannya. Di setiap negara dimana program tersebut dijalankan, hal ini adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah Amerika dan negara yang menjadi tuan rumah. Di setiap bangsa, hal tersebut di administrasikan melalui suara yang sama. Peneliti, siswa dan guru yang berpartisipasi dalam program Fulbright adalah – seperti 50 tahun yang lalu – dipilih sesuai dengan dasar kemampuan akademik dan kehebatan yang mencerminkan ketertarikan seimbang dengan untuk bekerja sama dengan bangsa lain.

J. William Fulbright wafat di bulan February 1995. Dalam pidatonya pada upacara Senator Fulbright, Presiden Bill Clinton mengatakan, “Saya sangat bersyukur hari ini untuk keyakinan yang telah beliau tanamkan kepada saya saat saya masih muda, bahwa kita bisa membuat perdamaian di dunia jika kita mencari cara untuk saling memahami dengan lebih baik, jika kita mempromosikan pertukaran diantara masyarakat, jika kita mengetahui lebih awal dari akibat pendidikan global.”

MASA DEPAN

Program Fulbright dilahirkan pada saat peperangan dengan harapan dengan menganut pertukaran antara masyarakat di Amerika dan masyarakat lain yang akan menciptakan saling pengertian dan toleransi yang akan menyingkirkan dasar dari konflik di masa depan. Hal ini merupakan percobaan yang jelas dan maju serta,selama lebih dari 50 tahun, hal ini telah secara jelas sukses.

Dunia telah berubah selama hampir 50 tahun, tumbuh mengecil dengan tenaga jet, satelit dan jaringan komputer telah memudahkan perjalanan dan komunikasi menjadi lebih cepat. Tapi masih, ketertarikan terhadap kebudayaan dari suatu negara lain – seperti untuk tinggal di salah satu kotanya, berjalan di jalan-jalannya, berbelanja di pasar dalam negara tersebut, berbincang-bincang sambil minum kopi dengan seseorang yang tumbuh besar disana – tidak dapat digantikan dengan melalui layar komputer. Pertukaran informasi dari sisi dunia yang satu ke sisi lainnya dapat dilakukan dengan satu kedipan mata melalui kabel fiber-optic, pertukaran pengertian yang benar tentang hal berikut ini pada jaman kita – dari segi politik, sosial, ekonomik, budaya – dan masih membutuhkan waktu dan kehadiran dari dua orang dengan pikiran yang saling tertarik dan hati yang terbuka, hubungan yang aktif dan berkomitmen terhadap faktor manusianya, yang idenya, tidak hanya berupa data, tapi juga sebagai seorang manusia itu sendiri menjadi faktor yang penting.

Inti dari Program Fulbright adalah kepercayaan tentang kebebasan dan tanggung jawab individu yang dapat membuat perbedaan di dunia, dan ini adalah urusan dari pemerintah, laki-laki dan perempuan untuk mempromosikan dan menggalakan hal tersebut secara terus menerus. Individu tersebut harus menterjemahkan dan memetakan dunia, menjelaskan pentingnya hal tersebut dengan yang lain melalui pertanyaan dan refleksi. Penerima beasiswa Fulbright, individu oleh individu, orang dengan orang, harus di perhitungkan diantara pemain penting dalam usaha yang terus menerus dilakukan oleh semua bangsa untuk mengerti satu sama lain.

Apakah kita seorang yang membuat kebijakan publik atau seseorang yang berkerja dibidang swasta, pengertian kita terhadap dunia jauh dari batasan kita sendiri – dan pengertian dunia terhadap kita – adalah faktor yang penting untuk mempertahankan demokrasi dan kesejahteraan ekonomi untuk semua orang.

Pada tahun 1965, Senator J William Fulbright mengatakan bahwa tujuan dari program yang memakai nama beliau ini adalah “untuk membawa sedikit ilmu, alasan, dan kasih sayang kedalam urusan dunia dan oleh karena itu meningkatkan kesempatan untuk suatu negara belajar untuk hidup dalam damai dan persaudaraan.”

Hal ini tetap menjadi tujuan program tersebut sampai detik ini.

Juli 20, 2008 - Posted by | BEASISWA, luar negeri

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: