Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

DIKTI Depag RI tunjangan pendidikan pasca sarjana

DPP PPMI Mesir 2007-2008 Berprestasi Dan Peka Sosial
Rubrik : Laporan Khusus
Depag RI vis a vis Masisir: Peluang dan Harapan

by : ppmicairo
Hembusan angin segar jarang datang dari Jakarta, barangkali terlalu jauh untuk sampai ke Kairo. Apalagi yang menghembuskan adalah institusi pemerintah yang bernama departemen agama (DEPAG). Percayakah Anda, kalau Depag RI ternyata juga bisa menghembuskan angin sejuk menyapa entitas mahasiswa Indonesia di Mesir? Mampukah angin itu benar-benar membelai wajah masisir, yang kadang terlihat sayu saat mendengar institusi departemen agama RI?

Masalah percaya atau tidak tentang adanya angin segar Jakarta merupakan tema tersendiri —barang kali kurang urgen untuk dibicarakan lebih dalam. Sebab yang menarik untuk kita bincangkan saat ini, bukan sekadar angin lalu atau kabar burung yang entah kapan berlaku. Siapa, yang gak suka mendengar tema peluang dan harapan bagi dirinya? Harapan itu muncul dari tumpukan keinginan —walau masih sebatas angan. Ketika keinginan sedang menemukan celah konkret untuk mencapai dataran realisasi, pada saat itulah harapan membuncah menjelma angin segar tadi.

Rabu (28/02/2007) adalah awal dari landasan realitas angin segar Depag RI di Mesir tahun ini. Sedikitnya ada 50 mahasiswa pasca sarjana yang tersenyum lepas sore itu. Jaminan bebas rusum (beban administrasi) awal tahun akademik 2006-2007 sudah jelas di depan mata. Karena pembebasan itu sekarang bernama tunjangan pendidikan pasca sarjana, di bawah jangkauan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (DIKTI) Depag RI. Walaupun tidak terlalu besar, angka 200 USD bagi masyarakat Muntada (Forum Mahasiswa Pasca Sarjana) Mesir begitu berarti. Hal itu terbukti dari pancaran wajah antusias penerima bantuan penyelesain tesis (S2) dan Disertasi (S3) di Aula Wisma Nusantara, bersama staf Atase Pendidikan dan kebudayaan KBRI Cairo.

Selain itu, Menteri Agama Maftuh Basyuni, SH juga membuka peluang emas bagi lulusan S2 dan S3 Mesir untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di departemen yang dipimpinnya. Hal itu disampaikan beliau melalui Atdikbud Drs. Slamet Sholeh, M.Ed. pada sela-sela kunjungan beliau akhir Februari kemarin di Jakarta. “Untuk lebih jelasnya, menteri Agama akan menjelaskan sendiri 27 Maret mendatang”, sambung alumnus Amerika ini menceritakan rencana kedatangan Menag ke Mesir kepada DPP-PPMI. Penerimaan PNS Depag RI tersebut dibuka kepada lulusan pasca sarjana Mesir di semua pos dan profesi; baik dosen maupun pegawai biasa.

Lalu adakah angin segar Depag RI merambah kawasan alumnus S1 Masisir? Berikut kabar dari Jakarta: “Untuk S1, peluang penerimaan PNS diprioritaskan bagi alumnus UIN, IAIN atau PTAIN dalam negeri”, jelas pria asal Kediri di kantornya sesaat sebelum rapat soal renovasi gedung Wisma Nusantara. Jadi, khusus yang berkenaan dengan masalah pendidikan untuk jenjang S1 Mesir memang tidak banyak mendapatkan perhatian. Beberapa alasan yang sedikit menguatkan penjelasan tadi, adanya beberapa problem mahasiswa S1 yang sampai sekarang belum ada jawaban pasti. Sebut saja, 11 orang mahasiswa baru yang mendapatkan beasiswa Al-Azhar tahun ini belum bisa diberangkatkan, 120-an calon mahasiswa baru di Mesir juga belum bisa bernafas lega, penyatuan ijazah dalam satu format khusus untuk mempermudah urusan administrasi pendaftaran di Al-Azhar pun tidak direspon dan lain sebagainya.

Walaupun demikian, di aspek lain Bapak Menteri menjanjikan penambahan dua kali lipat jatah Temus bagi lulusan S1 Masisir. Penambahan tersebut sangat bergantung kepada hasil evaluasi Temus Mesir tahun ini. Bagaimana kemungkinan realisasi janji ini untuk tahun depan? Menurut penilaian sementara, Temus Mesir tahun ini banyak mendapatkan penilaian “positif”. “Ya, Pak Nur Shomad sempat bilang sama saya: ‘Tahun ini Temus Mesir, bagus'”, tutur Bapak Atdikbud yang baru saja datang dari Umrah dan kunjungan ke Jeddah. Senada dengan ini, Presiden PPMI Nur Fu`ad Shofiyullah berkomentar: “Karena Temus tahun ini lebih dewasa”, sindir beliau akan persyaratan harus S1 untuk temus tahun ini.

Masih adakah harapan lain Masisir untuk Depag RI di masa-masa mendatang? Jawaban simpelnya sudah pasti dapat ditebak. Tapi untuk mengkonkretkan sebuah harapan —agar tidak disebut impian yang utopis, ada beberapa poin yang kemungkinannya sangat dekat dengan realitas; pelaksanaanya hanya terpaut persetujuan dan tanda tangan.

Pertama, kebijakan khusus untuk kader pesantren terpencil dalam tes kemampuan dasar calon mahasiswa Al-Azhar. Karena tidak mustahil, apabila banyak camaba yang tidak lulus tes tahun ini adalah para kader pesantren terpencil yang belum mampu berkompetisi dengan madrasah atau pesantren-pesantren yang sudah maju. Kebutuhan untuk memperbaiki mutu pendidikan pesantren tersebut kadang bergantung kepada kader-kader yang diproyeksikan ke Al-azhar Mesir. Demikian, harapan yang sempat terlontar oleh Atdikbud KBRI Cairo dengan menyebutnya sebagai “Penyanggah Pesantren”.

Kedua, asuransi mahasiswa yang ditangani oleh PPMI Mesir sebagai ganti dari persyaratan Bank draft $ 2500 USD untuk semua mahasiswa baru yang lulus tes Depag RI. Hal ini mempunyai makna multi fungsi yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan hidup mahasiswa selama menjalankan studi di Mesir. Berbeda dengan persyaratan bank draft tadi, di mana penggunaan formalitas rekening sangat rentan terjadi. Sehingga misi utama untuk mempersiapkan ekonomi mahasiswa malah menjadi beban psikologis dan tidak efektif. Harapan ini terlontar oleh Presiden PPMI menangkap kegelisahan camaba, hasil evaluasi pelaksanaan pendaftaran Maba tahun ini yang secara keseluruhan dilaksanakan oleh PPMI Mesir.

Ketiga, tidak diberlakukan sistem tunggu satu tahun bagi penerima beasiswa Al-Azhar. Hal ini, di samping menyita efektifvitas waktu studi selama satu tahun, pada prakteknya masih terjadi keterlambatan pemberangkatan di tahun berikutnya. Sehingga keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi kadang dihambat oleh sistem seperti ini. Ini, diperkuat oleh kasus terlambatnya 11 maba penerima beasiswa Al-azhar yang sampai sekarang masih nunggu di Indonesia.

Keempat, penyatuan ijazah untuk camaba Al-Azhar. Untuk mempermudah pengurusan administrasi dan menjaga efektifitas kebijakan Depag RI tentang seleksi camaba Al-Azhar. Karena dengan demikian, tidak ada jalan lain untuk mendaftar di Universitas Al-Azhar kecuali setelah mendapatkan Ijazah Akriditasi dari Depag RI. Sistem ini terbukti efektif dan efesion dalam pendaftaran maba Malaysia.

Hanya satu kata yang selalu menjadikan harapan sebagai cita-cita, yaitu ketika harapan itu terhenti pada satu titik tekan: “Visioner”. Di mana ramalan masa depan acap kali bersandar pada peluang dan antisipasi. Pemerintah adalah pintu gerbang yang sangat efektif dalam mencapai harga mutiara kemajuan anak bangsanya.[]

(Anoeh)

DPP PPMI Mesir 2007-2008 Berprestasi Dan Peka Sosial : http://ppmimesir.info
Versi Online : http://ppmimesir.info/?pilih=lihat&id=207

Juli 20, 2008 - Posted by | BEASISWA, beasiswa s2, luar negeri

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: