Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Interview via Telpon

yth. milister,

adakah teman2 yang pernah interview beasiswa via telepon? kira2 apa saja untung-rugi dan kendalanya bila dibandingkan dengan interview langsung/face-to-face? apakah kemungkinan lolosnya sama dengan interview langsung? mohon bantuannya, karena saya baru saja dihub. oleh officer dari Neso, dan kebetulan hari yang ditawarkan untuk interview bertepatan dengan penugasan dinas ke luar kota.

terima kasih sebelumnya

salam,
sandi

JAWAB

Yth Sandi,

Walaupun belum pernah diwawancarai via telepon, saya pernah mengikuti
wawancara beasiswa via Skype (VoIP), jadi tidak beda jauh.

Di universitas yang saya daftar itu, wawancara menjadi salah satu
kriteria seleksi walaupun teknisnya berbeda-beda. Dulu kakak teman
saya diwawancarai dengan bertatap muka di salah satu hotel di
Yogyakarta, kemudian dosen saya diwawancarai langsung di Jakarta,
kakak kelas saya via telepon, dan saya baru-baru ini menggunakan
Skype. Tiga yang saya sebutkan pertama berhasil lolos (saya sedang
menunggu pengumuman), jadi saya pikir kemungkinan lolosnya sama saja.
Semua tergantung kesiapan pribadi.

Keuntungannya jelas, saya bisa hemat biaya dan energi karena tidak
perlu bertemu langsung dengan pewawancara di kota yang bisa jadi
berbeda dengan yang saya tinggali. Barangkali kendala bisa muncul dari
sisi teknis. Waktu itu saya deg-degan karena hari sedang hujan, dan
kadang kalau hujan listrik suka padam. Kalau listrik padam, komputer
tidak bisa menyala dan wawancara bisa batal. Untungnya hal itu tidak
terjadi. Kendala lain bisa muncul dari kualitas suara telepon. Kalau
suara tidak jernih (bahasa Jawanya : kresek-kresek), tentu komunikasi
menjadi tidak lancar. Kemudian, kalau bisa pastikan lingkungan sekitar
Anda menerima telepon tenang, atau cari tempat yang tenang untuk
menerima telepon.

Semoga tulisan saya bisa membantu. Selamat berjuang!

Hormat saya,

Nicholas Mario Wardhana

Saya pernah sukses dapet job offer 2 kali hanya dgn telephone
interview. Untungnya telephone interview, sewaktu menjawab pertanyaan
kita bisa baca material di depan meja kita. Sebagai contoh, sewaktu
mereka tanya apa yang kamu lakukan sewaktu thesis S1 dan S2, etc.
Saya hanya buka semua thesis2 tsb atau buku2 catatan kuliah, dan
membacanya sebagai jawaban. Untungnya dgn membaca ya jawabannya jadi
lancar tanpa jeda/terputus. Dan juga kita bisa melihat script
pertanyaan (expected quetions) dan jawaban (possible answers) yang
sudah kita persiapkan sebelumnya. Padahal kalo face-to-face interview
ya nggak mungkin selancar itu.

Kemungkinan lolos-nya sama atau tidak dibandingankan face-fo-face-
interview sepertinya tergantung jawaban yang kita berikan. Yang
jelas, telephone interview bagi saya pribadi sih lebih menguntungkan.

Tipsnya bisa lihat di:
http://jobsearch.about.com/cs/interviews/a/phoneinterview.htm

Regards

Iwan Adhicandra
Pisa, Italy

kebetulan saya baru saja melakukan interview via telepon, namun hanya untuk admission, bukan scholarship. Memang benar kelebihanya adalah kita bisa membaca material yang telah kita siapkan. namun yang perlu diperhatikan juga mungkin interview melalui telepon ini tidak akan berlangsung terlalu lama. Waktu itu pewawancaranya hanya menanyakan pada saya hal-hal yang saya tuliskan di personal statement. Jadi sebaiknya memang jangan lupa menyiapkan copy dari personal statement dan informasi pribadi seperti CV/pengalaman kerja/riset dsb. Intervienya sendiri hanya berlangsung sekitar 20-30 menit.

Saya udah pernah wwcr neso face to face dan by phone. By phone 2 kali tahun lalu pas saya lg tugas di Papua dan gagal total. Face to face taun ini dan lagi tunggu hasil. Plus minus di bawah ini saya buat berdasarkan perbandingan saya pribadi.

By phone

Minus: ga bisa tau ekspresi masing2, jadi butuh kata2 buat bisa meyakinkan interviewer. Gatau kenapa, waktu itu interview berasa lamaaaa banget, molor jauh dari alokasi waktu. Katanya cuma 15 menit jadi hampir sejam. Cape ngomong di gagang telp. Kuping panas. Wawancara jadi terasa tegang, bener2 tanya jawab yg kaku.

Plus: bisa nyontek. Kita bisa siapin daftar pertanyaan yg mungkin sekalian jawabannya. Jadi kl pertanyaannya bener keluar tinggal baca jawaban. Dgn by phone, jarak jd ga masalah. Kita masih punya peluang meski ga bisa hadir in person. Artinya, jauh dari Jakarta bukan berarti keilangan kesempatan.

Face to face

Plus: wawancara berjalan cair karena kita bisa tau ekspresi interviewer. Saya nganggepnya malah bukan wawancara tapi ngobrol, kadang juga ketawa cekakakan bareng2. Mereka juga sambil ngopi-ngopi. Malah kemarin saya lbh banyak ngobrolin soal masalah lain, bukan ttg motivasi aplikasi saya. Waktu yang dialokasi buat saya waktu itu cuma 30 menit kerasa pendek banget saking keasikan ngobrol.

Minus: sebenernya hampir ga ada ruginya wwcr face to face. Cuma ga bisa nyontek aja. Tapi ga bisa nyontek malah lebih bagus soale kita jawabnya malah bisa ngalir lebih natural, ga kepatok sama contekan.

——————-

By phone atau face to face materi wwcr kurang lebih sama. Soal kans lolos tergantung jawaban kita dan cara kita merespons pertanyaan atau pernyataan interviewer.

Semoga bisa ketemu di belanda taun ini.

esther tanuadji wrote: kebetulan saya baru saja melakukan interview via telepon, namun hanya untuk admission, bukan scholarship. Memang benar kelebihanya adalah kita bisa membaca material yang telah kita siapkan. namun yang perlu diperhatikan juga mungkin interview melalui telepon ini tidak akan berlangsung terlalu lama. Waktu itu pewawancaranya hanya menanyakan pada saya hal-hal yang saya tuliskan di personal statement. Jadi sebaiknya memang jangan lupa menyiapkan copy dari personal statement dan informasi pribadi seperti CV/pengalaman kerja/riset dsb. Intervienya sendiri hanya berlangsung sekitar 20-30 menit.

Mei 22, 2008 - Posted by | BEASISWA, lowongan kerja, luar negeri

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: