Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Beasiswa Migas Anak Nelayan

10 Anak Nelayan Terima Beasiswa Migas

SUMENEP– Di tengah silang sengkurat perdebatan sumur migas blok Malio di perairan Gilkigenting Sumenep, antara Pemrov Jawa Timur dan Pemkab Sumenep, terdapat peristiwa yang cukup menarik. Para anak nelayan di Kecamatan Giligenting tersebut disekolahkan ke sebuah perguruan tinggi, Akademi Perikanan di Sidoarjo. Yang memberikan beasiswa adalah PT Santos yang sedang mengadakan eksplorasi di Perairan itu.
Ketua Komite Community Development (CD) Kabupaten Sumenep Moh Dahlan menerangkan, ada sekitar 10 orang anak nelayan yang akan disekolahkan dan mendapat beasiswa dari program CD regenerasi masyarakat nelayan oleh PT Santos. Namun, sebelum itu, kata Dahlan, dengan pemberian beasiswa tersebut berharap ada dukungan moral dari orang tua agar dari semua komponen masyarakat bisa bertanggung jawab.
Namun demikian, pihaknya juga masih akan mencoba bertanya apakah dari itu semua diperuntukkan untuk anak nelayan yang kurang mampu. “Ya, dengan beasiswa ini ada kewajiban orangtua agar juga dapat bertanggungjawab terhadap kelangsungan pendidikan tersebut,” jelasnya.
Diharapkan pula, tambah orang nomor dua di Sumenep, setelah lulus dari sekolah tersebut bisa membangun kampung halamannya, di sektor perikanan.
Menurutnya, terungkap dalam rapat koordinasi CD PT Santos di Kecamatan Giligenting program CD itu tidak hanya pada biasiswa anak nelayan. Namun juga diharap pada sektor lainnya, berupa rehab gedung SD, pembangunan Polindes, penanaman pohon mangrove hingga pada peningkatan jalan kecamatan. “Harapan kami CD itu hanya untuk biasiswa melainkan juga ada bentuk kepedulian pada sektor-sektor yang lainnya,” pungkasnya. (lan)

================
Info Beasiswa Indonesia Sekolah Diploma S1 S2 S3 dalam negeri dan luar negeri

Maret 6, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa dalam negeri, beasiswa indonesia, info beasiswa | 2 Komentar

Beasiswa ke Luar Negeri

Kasus Beasiswa ke Luar Negeri

Dunia pendidikan kita menjadi pembicaraan pelbagai kalangan. Bukan saja karena kasus ujian nasional (Unas) yang kontroversial tapi juga karena banyak pelajar kita yang pontensial justru hengkang ke luar negeri. Setelah lulus mereka tak mau kembali ke Indonesia lantaran dapat penawaran memuaskan: honor menggiurkan.
Kasus ini berawal dari mereka yang menonjol di bidang sains. Para siswa Indonesia telah terbukti berhasil membawa harum nama Indonesia. Meski di dalam negeri persoalan sains dinilai masih belum maju, tak demikian dengan siswa kita yang mengikuti berbagai ajang olimpiade sains internasional. Di bidang fisika, mereka berhasil meraih prestasi membanggakan. Begitu juga bidang lain seperti kimia dan biologi.
Meski tak seintensif pelatihan bidang fisika, mereka berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Kecemerlangan mereka mendapat perhatian dari negara lain. Jauh dibandingkan yang ditawarkan universitas di dalam negeri. Cerita tentang Teddy Salim yang meraih medali perunggu di olimpiade kimia di Yunani, agaknya menjadi contoh kasus. Siswa asal SMA Sutomo I Medan ini memutuskan untuk kuliah di Nanyang Technological University (NTU) di Singapura. Saat duduk di kelas 3 SMA, representatif dari NTU datang ke sekolahnya memperkenalkan NTU.
Selain tertarik dengan fasilitas yang canggih, nama NTU sebagai salah satu universitas terbaik di Asia dan di dunia juga menambah nilai plus sendiri. Tapi, yang paling menarik perhatian adalah tawaran beasiswa dan tambahan uang saku selama kuliah.
Untuk itu, Teddy harus menjalin kontrak dengan pihak Singapura bahwa selepas kuliah harus bekerja di perusahaan Singapura selama tiga tahun. Hal itu tidak menjadi beban, malah bisa menjadi jaminan bagi hidupnya ke depan. Apalagi kontrak itu tak harus dipenuhi begitu dia lulus sarjana, tetapi dapat dilakukan setelah lulus master maupun doktor. Fasilitas riset yang disediakan, bukan hanya diperuntukkan untuk murid-murid S2 atau S3, tetapi juga untuk S1.
Pengalaman yang hampir serupa dirasakan peraih medali perak Olimpiade Kimia Internasional David, Sugiman. David, yang berhasil meraih medali perak di IChO 2001 kini bekerja di Mitsui Phenols Singapore Pte. Ltd, perusahaan Jepang yang memproduksi Phenol. Secara terus terang ia pernah mengaku, kecil kemungkinan kembali ke Tanah Air. Tak hanya yang meraih medali, yang pernah masuk tim pelatihan pun sangat dihargai di luar negeri. Salah seorang mantan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) Andy Setiawan, kini lebih memilih tinggal di “Negeri Sakura”. Meski tak sempat berlaga di ajang internasional, terhenti saat seleksi di 8 besar, tak berarti Andy bukan siswa cemerlang. Sebagai salah satu anggota TOFI, Andy berhak mendapat kursi di jurusan fisika FMIPA UI. Sayangnya, lulusan SMA 1 Singaraja Bali ini tak mendapat beasiswa apa pun untuk mendukung kuliahnya.
Persoalannya kini bukanlah mereka telah luntur jiwa nasionalisme. Tapi lebih karena tingkat penghargaan terhadap mereka yang berprestasi di negeri ini kurang dirasa sepadan. Pernyataan Menkominfo Muhammad Nuh yang bersedia memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dengan satu syarat: harus kembali ke Tanah Air bila studinya selesai. Hal ini, menjadi sebentuk peringatan agar mereka yang difasilitasi negara tetap memberikan darma baktinya bagi negeri ini. []

================
Info Beasiswa Indonesia Sekolah Diploma S1 S2 S3 dalam negeri dan luar negeri

Maret 6, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa indonesia, beasiswa luar negeri, beasiswa s1, beasiswa s2, beasiswa s3, info beasiswa | Tinggalkan komentar

Beasiswa Mahasiswa Miskin

Siapkan Beasiswa Mahasiswa Miskin

Hasil Pertemuan IAIN-UIN se-Indonesia

SURABAYA — Sebanyak 17 Pembantu Rektor (PR) II IAIN dan UIN se-Indonesia sepakat untuk memberikan dana mahasiswa miskin berprestasi sebesar Rp 1,8 juta per tahun. Beasiswa ini diperuntukkan bagi pembayaran SPP, praktikum, dan buku refrensi.
Jumlah mahasiswa miskin yang ada di PTAIN se-Indonesia yang bakal mendapatkan beasiswa ini tercatat 48.900 mahasiswa atau sekitar 24 persen dari jumlah mahasiswa PTAIN se Indonesia. “Sekitar 20 persen dari jumlah mahasiswa di IAIN Sunan Ampel akan menerima bantuan beasiswa ini,” ungkap PR II IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr Nur Syam Msi, usai pertemuan PR II IAIN – UIN se Indonesia, Kamis (14/6) di Hotel Simpang Surabaya.
Menurut, Nur Syam, yang ditunjuk sebagai ketua penyelenggara pertemuan tersebut pemberian beasiswa ini menindaklanjuti MoU (Memorandum Of Understanding) antara Depag RI, Depdiknas, Depkeu, dan Bapenas, terkait program prioritas pendidikan bagi mahasiswa miskin. “Para PR II sepakat beasiswa miskin ini diperuntukkan bagi mahasiswa miskin yang berprestasi,” tuturnya.
Parameternya, Nur Syam menjelaskan, mahasiswa yang bakal mendapatkan beasiswa ini nantinya dilihat dari beberapa aspek, yakni Indek Prestasi Komulatif (IPK), mahasiswa yang aktif dalam kegiatan akademik, olahraga, seni, dan organisasi sosial kemasyarakatan. Beasiswa ini nantinya akan diambilkan dari dana APBN yang ada.
Untuk itu, para PR II berharap program ini nantinya bisa berkelanjutan, karena anggaran yang diberikan dalam APBN sifatnya pertahun. Sedangkan untuk pemberian beasiswa itu sendiri, Nur Syam menjelaskan bakal terus diberikan jika IPK atau prestasi mahasiwa tersebut dari tahun ke tahun bisa dipertahankan.
”Jika prestasinya menurun secara otomatis mahasiwa itu tidak bisa mendapatkan beasiswa lanjutan dan digantikan dengan mahasiswa miskin yang berprestasi,” terang Nur Syam, sekaligus menjelaskan kalau beasiswa ini bakal diberikans setiap tahun.
Dalam rekomendasi pertemuan PR II bidang administrasi umum, Nur Syam mengungkapkan ada beberapa hal yang menjadi perhatian khusus, salah satunya mengingat jumlah SPP yang dibayarkan oleh mahasiswa PTAIN sangat variatif dan sumbangan praktikum. “Makanya penentuan indeks bantuan beasiswa nantinya akan disesuaikan dengan SPP dan praktikum serta bantuan buku referensi yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan pada dasarnya bantuan beasiswa ini didasari azaz kompetisi. Makanya pemberian bantuan beasiswa miskin juga didasarkan atas kemampuan akademik yang tinggi dan keterlibatannya dalam aktivitas akademik dan aktivitas kemahasiswaan di setiap PTAIN. “Mereka yang bakal mendapatkan beasiswa harus mempunyai surat keterangan dari kepala desa yang diketahui oleh Camat asal daerah mahasiswa,” pungkasnya. (sir)

================
Info Beasiswa Indonesia Sekolah Diploma S1 S2 S3 dalam negeri dan luar negeri

Maret 6, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa d3, beasiswa dalam negeri, beasiswa indonesia, beasiswa s1, beasiswa s2, info beasiswa | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 110 pengikut lainnya.