Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Beasiswa Ekonomi Syariah STEI SEBI 2008/2009

STEI SEBI memberikan kesempatan beasiswa di bidang ekonomi syariah bagi lulusan SLTA 2007 dan 2006. Ayo bergabung menyelamatkan ekonomi bangsa dengan ekonomi syariah dalam program S1 Perbankan Syariah dan Akuntansi Syariah

Pendaftaran
Gelombang I: 7 mei – 29 Juni 2007
Gelombang II: 2 Juli – 24 Agustus 2007

Dalam mewujudkan dedikasi kami pada pendidikan ekonomi syariah, kami mengundang pelajar muslim seluruh Indonesia yang berkomitmen untuk dididik menjadi Sarjana Ekonomi Islam melalui program SDM Ekonomi Syariah Pelopor Pembangunan Daerah (EKSPAD) STEI SEBI

Fasilitas Full Beasiswa Pendidikan

Persyaratan:
1. Nilai Rapor SLTA Kelas 10-12 rata-rata 8
2. Memiliki motivasi dan komitmen untuk pengembangan ekonomi syariah
3. Lulusan SLTA tahun 2007 atau 2006

Pendaftaran SDM EKSPAD 26 mei – 6 Juli 2007

STEI SEBI
Kampus: Komplek Ciputat Indah Permai Blok C. 25-26
Ciputat Telp. (021) 741 8978 (Sdri. Rika)
Fax. (021) 741 8977
Hotline: 0816 10 84 11/ 0812 820 9340
E-mail: stiesebi@yahoo.com, pmb@sebi.ac.id
website: http://www.sebi.ac.id

Juli 25, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa s1, beasiswa s2, dalam negeri | Tinggalkan komentar

Beasiswa Siswa SMK

Bantuan Beasiswa Siswa SMK di Provinsi Maluku
(Inpres No.6 Tahun 2003)
Direktorat Pembinaan SMK
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

KATA PENGANTAR

Kebijakan pokok Departemen Pendidikan Nasional untuk mewujudkan (1) pemerataan dan perluasan akses pendidikan, (2) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing (3) penguatan tatakelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik, menjadi dasar pelaksanaan program-program tahun 2007 pada Direktorat Pembinaan SMK.

Program/kegiatan pada Direktorat Pembinaan SMK yang disampaikan melalui bantuan Imbal Swadaya atau Subsidi disalurkan langsung ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Institusi lain sehingga setiap bantuan yang sampai ke SMK/Institusi lain diharapkan memiliki dampak manfaat yang langsung menyentuh pada kebutuhan sekolah.

Panduan Pelaksanaan ini memberikan penjelasan tentang deskripsi program bantuan, persyaratan yang harus dipenuhi, organisasi pelaksana program, mekanisme pelaksanaan, pemanfaatan dana, ketentuan pertanggungjawaban keuangan, dan sistem pelaporan hasil pelaksanaan. Oleh karena itu, setiap SMK/Institusi lain yang akan mengusulkan dan menjalankan program ini agar memahami terlebih dahulu Panduan Pelaksanaan ini untuk menjamin kesesuaian keberhasilan pelaksanaan program di SMK yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Selanjutnya, apabila dalam Panduan Pelaksanaan ini terjadi kekurangan atau kekeliruan, maka akan diperbaiki sesuai ketentuan yang berlaku.
Kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan menyampaikan pemikirannya dalam pembuatan Panduan Pelaksanaan ini.

Jakarta, Februari 2007
Direktur Pembinaan SMK

Dr. Joko Sutrisno
NIP. 131 415 680

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI iii

BAB I
PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 2
C. Dasar Hukum 2
D. Sasaran Program 3
E. Hasil Yang Diharapkan 3
F. Nilai Bantuan Beasiswa 3
G. Karakteristik Beasiswa 4

BAB II
ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB 5
A. Organisasi 5
B. Tugas dan Tanggungjawab 6

BAB III
PENGGUNAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA 9
A. Ketentuan Penggunaan Dana 9
B. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana 9

BAB IV
PERSYARATAN, MEKANISME PENGAJUAN PROPOSAL DAN PENYALURAN DANA 11
A. Persyaratan Penerima 11
B. Mekanisme Pengajuan Proposal dan Penyaluran Dana 11
C. Jadwal Kegiatan 14

BAB V
PELAPORAN 15

BAB VI
PENUTUP 16

LAMPIRAN 17

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan adalah kunci keberhasilan dalam pengembangan politik, ekonomi dan sosial budaya suatu Negara. Agar suatu Negara memiliki sumber daya manusia maka mutu pendidikan harus ditingkatkan melalui penyediaan sarana prasarana dan SDM yang memadai.

Salah satu komponen pendidikan yang sangat berpengaruh adalah siswa itu sendiri. Siswa SMK pada umumnya berasal dari keluarga kurang mampu dari segi pembiayaan sehingga dapat menjadi kendala dalam pembelajaran di sekolah.

Banyak siswa SMK yang mempunyai prestasi yang menonjol dibidang akademik maupun non akademik di tingkat sekolah, Kabupaten, Provinsi, nasional, maupun internasional. Sudah selayaknya Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan SMK menghargai kemampuan tersebut.

Siswa berprestasi adalah siswa SMK yang memiliki prestasi khusus (juara) di tingkat kabupaten/kota dibuktikan dengan surat keterangan atau piagam penghargaan.
Surat keterangan adalah bukti perolehan prestasi siswa dimaksud yang dalam hal ini dapat diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Instansi/Lembaga penyelenggara lomba.

Untuk menghadapi situasi ini sudah saatnya Direktorat Pembinaan SMK memberikan bantuan beasiswa kepada siswa SMK yang berprestasi. Namun karena keterbatasan dana maka subsidi beasiswa tersebut akan diberikan kepada siswa yang berprestasi ditingkat Kabupaten/Kota. Hal ini dimaksudkan untuk memotivasi siswa SMK meningkatkan prestasi (bakat).

B. Tujuan

1. Memberikan bantuan kepada siswa SMK yang memiliki prestasi hasil pembelajaran yang berasal dari keluarga kurang mampu;
2. Memicu siswa-siswa SMK lainnya agar berkompetitif meningkatkan prestasi belajarnya;
3. Memotivasi lulusan SMP agar mau melanjutkan pendidikannya di SMK.

C. Dasar Hukum

Dasar hukum pemberian dana subsidi beasiswa prestasi siswa SMK dilandasi ketentuan perundangan sebagai berikut:
1. Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang RI No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
3. Undang-Undang RI No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
4. Undang-Undang RI No. 15 tahun 2004 tentang Penyelenggaraan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
5. Undang-undang No. 18 tahun 2006 tentang APBN tahun 2007;
6. Undang-Undang RI No. 8 tahun 2005 tentang Pemerintah Daerah;
7. Peraturan Pemerintah RI No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;
8. Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
9. Keppres 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Perpres No. 85 tahun 2006;
10. Peraturan Presiden RI No. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2004 – 2009;
11. Peraturan Menteri Keuangan RI No. 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran APBN
12. Kepmendiknas No 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah;
13. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan No. 66/PB/2005 tentang mekanisme pembayaran atas beban APBN;
14. Surat Dirjen Mandikdasmen No. 905/C1.C3/KU/2006 tanggal 13 Februari 2006 tentang Nomor Rekening Sekolah;
15. Renstra Depdiknas 2004 – 2009;
16. Road Map Direktorat Pembinaan SMK 2006 – 2010;

D. Sasaran Program

Sasaran pemberian bantuan beasiswa bagi siswa SMK di Provinsi Maluku adalah sebanyak 100 orang siswa.

E. Hasil Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan atas pemberian bantuan beasiswa adalah :
1. Meringankan beban biaya pendidikan yang harus dibayar oleh siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu;
2. Munculnya siswa-siswa berprestasi lain yang baru;
3. Jumlah pendaftar penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2007/2008 pada SMK yang bersangkutan meningkat.

F. Nilai Bantuan Beasiswa

Nilai bantuan beasiswa sebesar Rp. 780.000; (tujuh ratus delapan puluh ribu rupiah) per siswa selama 12 bulan atau Rp. 65.000,00 (enam puluh lima ribu rupiah) per siswa/bulan.

G. Karakteristik Beasiswa

Karakteristik bantuan adalah:
1. Dana bantuan beasiswa ini khusus dialokasikan di Provinsi Maluku sebagai dana Dekonsentrasi;
2. Dana disalurkan dari Dinas Pendidikan Provinsi melalui rekening sekolah dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (Pemerintah Pusat/Provinsi c.q Departemen Keuangan) ke Rekening SMK, SMK melanjutkan mendistribusi ke siswa penerima bantuan beasiswa;
3. Dana bantuan disampaikan secara penuh/utuh tanpa potongan pajak dari Kas Umum Negara di Provinsi ke Rekening Sekolah. Kewajiban pajak atas penggunaan dana bantuan diselesaikan oleh sekolah penerima dana bantuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB II
ORGANISASI, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

A. Organisasi
Organisasi dan unsur yang terlibat dalam pemberian bantuan beasiswa di Provinsi Maluku adalah:
1. Direktorat Pembinaan SMK
2. Dinas Pendidikan Provinsi
3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
4. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
5. Komite Sekolah
6. Tim Pelaksana
7. Siswa SMK penerima beasiswa.

Diagram Hubungan Dalam Pelaksanaan Beasiswa

B. Tugas dan Tanggungjawab

1. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan:
a. Menetapkan kebijakan dan merumuskan Panduan Pelaksanaan pemberian bantuan beasiswa;
b. Melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
c. Melakukan monitoring dan evaluasi;

2. Dinas Pendidikan Provinsi:
a. Mengkoordinasikan dan mensosialisasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
b. Melakukan seleksi usulan siswa calon penerima beasiswa dari SMK;
c. Menerbitkan surat penetapan siswa penerima bantuan beasiswa;
d. Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama dengan SMK asal siswa penerima bantuan beasiswa;
e. Menyalurkan dana beasiswa dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara di Provinsi (Pemerintah Pusat c.q Departemen Keuangan) ke Rekening SMK.
f. Menyusun resume laporan pelaksanaan program berdasarkan laporan dari sekolah;
g. Bersama Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan melakukan monitoring dan evaluasi.

3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota:
a. Melakukan koordinasi dan mensosialisasikan program ke sekolah;
b. Mengesahkan daftar usulan siswa calon penerima beasiswa dari SMK;
c. Melakukan pengendalian pelaksanaan pemberian bantuan beasiswa oleh sekolah.
4. Komite SMK
a. Bersama sekolah mensosialisasikan program beasiswa kepada siswa dan guru;
b. Bersama sekolah menyeleksi calon penerima beasiswa dan menyusun daftar usulan calon untuk dimintakan pengesahan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
c. Bersama sekolah mengirim daftar usulan siswa calon penerima beasiswa ke Dinas Pendidikan Provinsi;
d. Bersama sekolah membentuk dan menetapkan Tim Pelaksana;
e. Melakukan pengawasan pendistribusian dana bantuan beasiswa kepada siswa penerima dan pemanfaatannya;
f. Menggalang partisipasi masyarakat dalam penyediaan dana tambahan untuk menanggulangi kesulitan biaya pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu.

5. Sekolah
a Bersama komite mensosialisasikan program beasiswa kepada siswa dan guru;
b Bersama Komite Sekolah menyeleksi calon penerima beasiswa dan menyusun daftar usulan calon untuk dimintakan pengesahan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
c Mengirim daftar usulan siswa calon penerima beasiswa ke Dinas Pendidikan Provinsi;
d Menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama pemberian bantuan beasiswa dengan Dinas Pendidikan Provinsi;
e Bersama sekolah membentuk dan menetapkan Tim Pelaksana;
f Menyusun laporan pelaksanaan pemberian bantuan beasiswa dan mengirimkan ke Dinas Pendidikan Provinsi

6. Tim Pelaksana
Tim Pelaksana adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan Komite bersama SMK dengan keanggotaan terdiri dari unsur SMK (Pemimpin/bukan Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan), dan Komite.
Adapun tugas dan tanggungjawabnya adalah sbb:
a. Menyusun rencana dan strategi distribusi ke siswa
b. Menyusun jadwal pelaksanaan
c. Mendistribusikan dana beasiswa kepada siswa
d. Menyampaikan laporan kepada Komite dan SMK.

7. Siswa Penerima Bantuan Beasiswa
a. Menggunakan dana bantuan untuk memperlancar mengikuti pendidikan di SMK;
b. Mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi hasil belajar.

BAB III
PENGGUNAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA

A. Ketentuan Penggunaan Dana

1. Dana bantuan beasiswa dialokasikan di Provinsi Maluku sebagai dana Dekonsentrasi dan akan disalurkan langsung ke SMK dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (Pemerintah Pusat/provinsi c.q Departemen Keuangan) ke Rekening Sekolah (bukan atas nama pribadi atau yayasan)
2. Dana harus sudah diberikan kepada siswa penerima paling lambat 12 (dua belas) hari kerja setelah dana diterima di rekening sekolah;
3. Dana beasiswa dimanfaatkan untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan di SMK antara lain untuk SPP, pembelian kebutuhan belajar, dan biaya lain (non konsumtif) untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
4. Dana beasiswa yang diterima melalui SMK harus selesai dipertanggungjawabkan 3 bulan dihitung mulai dari penerimaan dana bantuan pada rekening sekolah.

B. Pertanggungjawaban Penggunaan Dana

Dalam pelaksanaan pengelolaan penggunaan dana bantuan beasiswa, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Setiap siswa penerima bantuan subsidi Program beasiswa prestasi wajib menandatangani kwitansi/tanda bukti penerimaan uang.
2. Seluruh kwitansi yang sudah ditandatangani siswa agar dibuat rekapitulasi dan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi.

3. Laporan pertanggungjawaban penggunaan dana dibuat oleh sekolah setelah dana diterima siswa. Berkas laporan dilampiri kwitansi/tanda bukti penerima dana yang sudah ditandatangani siswa.

BAB IV
PERSYARATAN, MEKANISME PENGAJUAN PROPOSAL DAN PENYALURAN DANA
A. Persyaratan Penerima
Siswa calon penerima bantuan beasiswa harus memenuhi syarat sebagai berikut:

1. Siswa SMK pada tingkat 2, dan 3 tahun pelajaran 2007/2008, yang memiliki peringkat 1 s/d 10;
2. Siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dibuktikan dengan surat keterangan dari Kelurahan.

Mekanisme Pengajuan Proposal dan Penyaluran Dana
a. SMK bersama Komite menyusun daftar usulan siswa calon penerima beasiswa dan data kelengkapannya;
b. SMK bersama komite mengajukan daftar usulan siswa calon penerima beasiswa kepada Dinas Pendidikan Kab/Kota untuk meminta persetujuan,
c. Dinas Pendidikan Kab/Kota meneliti validitas daftar usulan dan memberi persejutuan;
d. SMK mengirimkan daftar usulan ke Dinas Pendidikan Provinsi;
e. Dinas Pendidikan Provinsi melalui tim yang ditunjuk mengevaluasi dan menyeleksi siswa calon penerima beasiswa dari sekolah;
f. Dinas Pendidikan Provinsi menetapkan siswa penerima basiswa;
g. Dinas Pendidikan Provinsi menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama dengan SMK yang siswanya menerima beasiswa;
h. Dinas Pendidikan Provinsi menyalurkan dana langsung ke Rekening Sekolah (bukan atas nama pribadi atau yayasan);
i. SMK menerima dan melalui Tim Pelaksana mendistribusikan dana beasiswa kepada siswa penerima;
j. Siswa SMK penerima bantuan beasiswa memanfaatkan dana sesuai kebutuhan pendidikannya di SMK;
k. Sekolah membuat laporan pelaksanaan dan mengirimkan ke Dinas Pendidikan Provinsi.

Mekanisme pengajuan usulan daftar siswa calon penerima dapat digambarkan sebagaimana diagram berikut:

Jadwal Kegiatan

No Tahapan Pelaksanaan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des
1 Persiapan
2 Sosialisasi
3 Penerimaan Proposal
4 Seleksi & Penetapan Penerima
5 Penandatanganan MOU
6 Penyaluran Dana Ke SMK
7 Pemberian Dana Ke Siswa Penerima
7 Pelaporan

BAB V
PELAPORAN

SMK membuat laporan beasiswa yang memuat :
1. Daftar siswa yang menerima beasiswa dari program bantuan beasiswa di Provinsi Maluku;
2. Kwitansi/tanda bukti penerimaan beasiswa yang ditandatangani siswa;
3. Masalah yang dihadapi dan upaya pemecahannya
4. Saran dan masukan untuk pengembangan program beasiswa menyeluruh sebagai bahan masukan dalam peningkatan program yang akan datang

Laporan dibuat rangkap (tiga) dalam format ukuran kertas A4 dijilid rapi, 1 (satu) asli sebagai pertinggal untuk SMK, 1 (satu) dikirim ke Dinas Pendidikan Provinsi Maluku. Sedangkan resume laporan yang disusun oleh Dinas Pendidikan Provinsi dikirimkan ke Direktorat Pembinaan SMK dengan alamat:.

Direktorat Pembinaan SMK
Kompleks Depdiknas Gedung E Lantai 13
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan,
Jakarta 10270

BAB VI
PENUTUP

Siswa SMK berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat prioritas utama untuk memperoleh beasiswa dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan yang disalurkan melalui dana Dekonsentrasi di Provinsi Maluku. Kebijakan ini kedengarannya kurang adil karena mengesampingkan siswa lainnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi kebijakan ini hanya semata-mata karena keterbatasan dana yang ada.
Panduan pelaksanaan ini terutama dimaksudkan memberikan panduan agar sekolah yang memiliki siswa berprestasi dan berkemauan kuat untuk merebut kesempatan mendapatkan dana bantuan ini mampu melaksanakan secara benar dan bertanggung jawab sesuai ketentuan, kesepakatan bersama dan ketentuan yang berlaku.

LAMPIRAN

Lampiran

Format Bukti Penyerahan Dana Beasiswa ke Siswa oleh Sekolah

DAFTAR PENERIMA DANA BEASISWA

Nama Sekolah :
Alamat :

No Nama Siswa Jenis Kelamin Bidang Keahlian Kelas Jml
Diterima Tanda Tangan
1 1……..
2 2…..
3 3. ……
dst dst
Total

kota, tgl bulan tahun
Kepala Sekolah………………………..

Tanda tangan di cap stempel sekolah

(nama terang)
NIP. (jika ada)

Juli 24, 2008 Posted by | BEASISWA, dalam negeri, slta | Tinggalkan komentar

Guru Madrasah dapat Beasiswa S2

Ribuan Guru Madrasah Diberi Beasiswa S2
Rabu, 22 Agustus

JAKARTA—Sebanyak 1.325 guru dan tenaga pendidikan di bawah Direktorat Pendidikan Madrasah, Depag boleh bersenang hati. Mereka mendapat beasiswa S2.

Rencananya total guru yang dapat beasiswa mencapai 5.000 orang. Untuk program tersebut, seperti dilansir detik.com Depag merogoh kocek sebesar Rp 50 miliar. Para guru ini akan disekolahkan di 15 perguruan tinggi negeri. “Untuk guru pelajaran umum, seperti bidang studi matematika, kimia, fisika, dan biologi akan disekolahkan ke UI, IPB, ITB, UPI, UGM, ITS, dan Universitas Negeri Malang,” kata Direktur Pendidikan Madrasah Depag, Firdaus Basuni.

Dia menyampaikan hal itu usai penandatanganan MoU program beasiswa S2 untuk guru dan tenaga pendidik di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (21/8). Sementara guru pelajaran Bahasa Arab dan agama akan disekolahkan ke sejumlah universitas Islam dan UIN, antara lain UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Malang, UIN Bandung, IAIN Semarang, UIN Makassar, dan IAIN Surabaya.

Tahun ini merupakan tahun kedua dari program beasiswa S2, tahun 2006 sebanyak 675 guru sudah di sekolahkan. Total hingga 2008 ditargetkan 2.000 guru.“Kita menargetkan dalam 5 tahun ke depan total 5.000 guru yang akan mengikuti program ini. Berarti tahun depan akan dibuka untuk 3.000 guru lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, total guru yang berada di bawah kewenangannya ada 526.000 guru. Dia berharap lulusan program S2 akan menjadi penggerak mata pelajaran yang mereka kuasai di sekolah masing-masing.Terkait anggaran Rp 50 miliar, Firdaus menjelaskan anggaran untuk setiap perguruan tinggi yang ditunjuk sekitar Rp 3 miliar atau rata-rata Rp 34 juta per orang per tahun. Anggaran ini termasuk biaya hidup untuk guru yang ikut program ini.(dtc/dra)

Juli 24, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa s2, dalam negeri | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 114 pengikut lainnya.