Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Beasiswa Monbukagakusho Jepang

Informasi, Kebudayaan & Pendidikan dan beasiswa untuk tahun 2008 2009 2010 program s1 s2 s3 diploma (d1 d2 d3) dan non-gelar

Informasi Beasiswa & Pendidikan
>> Jenis Program Beasiswa Monbukagakusho:

- Research Student (Mahasiswa Riset / Penelitian)
- Research Student U to U (Mahasiswa Riset / Penelitian antar Universitas)
- Undergraduate (S-1)
- College of Technology (D-3)
- Professional Training College (D-2)
- Teacher Training (Penataran Guru)
- Japanese Studies

>> Kedutaan & Konsulat Jenderal Jepang di Wilayah Indonesia

>> Informasi Pendidikan dan Kebudayaan Jepang

Juli 15, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa s1, beasiswa s2, beasiswa s3, diploma, luar negeri, scholarship | Tinggalkan komentar

Beasiswa S2 S3 Arab Saudi

Beasiswa S2 dan S3 King Saud University

Berita gembira bagi para sarjana Indonesia yang ingin melanjutkan studi pasca sarjana di luar negeri. Saat ini Universitas King Saud di Saudi Arabia menawarkan beasiswa program pasca sarjana di bidang sains dan teknologi. Berita ini disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Dr. Salim Segaf Al-Jufrie, MA bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Juhdi Syarif, M. Hum, pada hari Minggu, tanggal 29 April 2007 setelah melakukan pertemuan dengan Rektor King Saud University (KSU), di Riyadh. Pada pertemuan tersebut, Rektor KSU, Dr. Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah Al-Uthman menginformasikan bahwa KSU, yang merupakan universitas tertua di Arab Saudi, mulai tahun ajaran 2007 membuka peluang kerjasama dengan Indonesia dalam bidang Sains dan Teknologi pada program pendidikan pascasarjana.

Ditegaskan lebih lanjut bahwa dari sekitar 300 beasiswa yang tersedia setiap tahun di KSU, 10 %-nya akan diberikan untuk mahasiswa Indonesia. Beasiswa tersebut disediakan untuk 20 orang mahasiswa program S2 dan 10 orang mahasiswa program S3. Kuliah disampaikan dengan pengantar bahasa Inggris. Selain itu, mahasiswa juga diminta untuk menjadi asisten peneliti. Kerjasama lain yang ditawarkan UKS adalah program pertukaran dosen.

Bidang-bidang studi yang ditawarkan meliputi Food Sciences & Agriculture, Pharmacy, Physics, Botany dan Microbiology, Zoology, Mathematics, Chemistry, Statistics dan Operational Research. Selain itu, juga ditawarkan program Computer and Information Sciences, Nursing, Society health science, serta juga jurusan teknik seperti Electrical, Civil, Chemical, Mechanical dan Petroleum engineering.

Fasilitas yang diperoleh adalah asrama, uang beasiswa 2,500 Saudi Riyal (sekitar US $ 666) per bulan.

Beberapa persyaratan untuk mendapatkan beasiswa tersebut adalah:

TOEFL dengan skore minimal 550
Ijazah terakhir, transkrip nilai, laporan kesehatan, surat kelakuan baik (semua diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disahkan oleh penerjemah tersumpah).
Berkas-berkas tersebut dikirimkan ke

KBRI Riyadh: Indonesian Embassy, c/o Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, Po Box 94343 Riyadh 11693, Kingdom of Saudi Arabia, Tel. +966 1 4880028/ 4882131 Fax +966 1 4883866

selambat-lambatnya diterima KBRI pada 30 Juni 2007. Informasi lebih lanjut mengenai KSU, dapat diakses di website KSU: http://www.ksu.edu.sa
Baca juga info terkait: KSU Scholarships

Juli 13, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa s2, beasiswa s3, luar negeri | 2 Komentar

BEASISWA PUSBINDIKLATREN 2008 2009

LAMPIRAN 1
REPUBLIK INDONESIA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL
JALAN TAMAN SUROPATI 2, JAKARTA 10310
TELEPON : 336207 – 3905650
INFORMASI PROGRAM BEASISWA PUSBINDIKLATREN
TAHUN 2008
A. PROGRAM BEASISWA YANG DITAWARKAN:
1. Program S3 Dalam Negeri: peserta dapat memilih salah satu program studi di Universitas Dalam Negeri
yang direkomendasikan oleh Pusbindiklatren. Khusus untuk program S3 Dalam Negeri, penerima
beasiswa Pusbindiklatren Bappenas untuk program S3 diberi waktu 1 (satu) tahun untuk melamar di
perguruan tinggi yang mempunyai kerjasam dengan Pusbindiklatren Bappenas;
2. Program S2 13 bulan di 17 program studi pada 11 Universitas dalam negeri, yang direkomendasikan oleh
Pusbindiklatren;
3. Program S2 double degree dan S3 Linkage tahun akademis 2008 pada 6 Universitas di Indonesia yang
bekerjasama dengan univeritas di luar negeri: peserta program ini akan mengikuti kuliah selama 1
tahun di salah satu Universitas di Indonesia dan 1 tahun berikutnya di luar negeri, dengan ketentuan
sebagai berikut:
• Sebelum kuliah dimulai, Pusbindiklatren juga memberikan beasiswa kursus bahasa Inggris di Pusat
Bahasa yang ditunjuk oleh Pusbindiklatren selama 5,5 bulan bagi peserta yang mempunyai nilai
TOEFL sekurang-kurangnya 450, untuk mencapai nilai TOEFL 550.
• Apabila peserta tidak dapat mencapai nilai 550, yang bersangkutan masih memiliki kesempatan
untuk meningkatkan nilai TOEFL selama mengikuti tahun pertama program S2 di Indonesia;
• Apabila tidak lulus seleksi ke luar negeri, maka pada tahun kedua peserta akan meneruskan di
dalam negeri, dan untuk itu hanya memperoleh 1 gelar dari universitas di dalam negeri;
• Mereka yang tidak lulus seleksi luar negeri tersebut, jika nilai TOEFL-nya lebih dari 550 akan
mendapatkan biaya hidup selama jangka waktu program reguler pada program studi yang diambil
(18 bulan);
• Sedangkan bagi mereka yang tidak lulus seleksi luar negeri karena nilai TOEFLnya kurang dari 550
hanya akan mendapatkan biaya hidup sampai dengan 13 bulan;
• Khusus untuk peserta Double Degree di Indonesia dan di Perancis, peserta akan diberikan persiapan
bahasa Perancis selama 11 bulan untuk mendapatkan sertifikat DELF 4.
Khusus untuk program S3 Linkage, calon sudah harus mempunyai surat penerimaan dari universitas yang
direkomendasikan oleh Pusbindiklatren Bappenas yang mempunyai kerjasama dengan universitas di luar
negeri;
4. Program S2 di Luar Negeri: program ini memanfaatkan Beasiswa S2 pemerintah asing atau institusi
internasional yang selama ini telah tersedia bagi Indonesia, seperti STUNED dari Belanda, ADS dan APS
dari Australia, beasiswa Kedubes Perancis dari Pemerintah Perancis, dll, bagi peserta yang telah
memiliki nilai TOEFL 550. Untuk itu, Pusbindiklatren akan memberikan beasiswa kursus bahasa Inggris
(EAP=English for Academic Purpose) di Jakarta selama 5,5 bulan bagi peserta yang mempunyai nilai
TOEFL sekurang-kurangnya 450, dan apabila nilai TOEFL peserta (selama atau setelah kursus) telah
mencapai 550, Pusbindiklatren akan membantu peserta untuk memperoleh Beasiswa S2 tersebut di
atas. Bagi peserta S2 ke Perancis akan mendapatkan pelatihan bahasa Perancis selama 11 bulan untuk
memperoleh sertifikat DELF 4
B. PERSYARATAN CALON PESERTA
C. PILIHAN PROGRAM STUDI
Program S2-13 Bulan, Dalam Negeri dgn Pembiayaan Cost Sharing Type I dan IV
a). CS Type I :
1. Magister Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Universitas Syiah Kuala
2. Magister Perencanaan Pembangunan, Universitas Andalas
3. Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, Universitas Indonesia
4. Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung
5. Magister Studi Pembangunan, Institut Teknologi Bandung
6. Magister Perencanaan Kota dan Daerah, Universitas Gadjah Mada
7. Magister Ekonomi Pembangunan, Universitas Gadjah Mada
8. Magister Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
9. Magister Konsentrasi Studi Manajemen Perencanaan, Univ. Hasanudin
10. Magister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro
11. Magister Studi Ilmu Perencanaan Wilayah, Institut Pertanian Bogor
12. Magister Ekonomi Pembangunan & Perencanaan, Univeritas Padjajaran
13. Magister Administrasi Publik, Universitas Sriwijaya
14. Magister Ilmu Lingkungan Bid. Perencanaan Pengelolaan SDA, Universitas Padjajaran
15. Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Diponegoro
16. Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Universitas Indonesia
17. Magister Administrasi Publik, Universitas Gadjah Mada
b). CS Type IV :
1. Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi, Universitas Sriwijaya;
2. Program Pascasarjana Perencanaan dan Pembangunan Hukum, Universitas Padjajaran.
Program S2-Double Degree
A). S2 Double Degree Belanda:
a. Development Planning and Management, MPKD, Universitas Gadjah Mada-Institute for Housing and
Urban Development Studies, Rotterdam;
b. Development Planning and Infrastructure Management, MPWK, Institute Teknologi Bandung-Rijks
Universiteit Groningen;
c. Programme in Economics or Development Economics, MIE, Universitas Indonesia-Vrije Universiteit,
Amsterdam;
d. Programme in Geoinformation for Spatial Planning and Risk Management, Geography, UGM – ITC,
Entschede;
e. Integrated Lowland Management, UNSRI – UNESCO, IHE, Delft.
B). S2 Double Degree Perancis:
a. Master of Urban ad Regional Development and Urban Planning, MPWK-Undip – Universite de Paris
VIII;
b. Master of Urban and Regional Development and Urban Planning, MPWK-Undip – Universite de Paris X;
c. Master of Urban and Regional Development and Coastal Development, MPWK-Undip – Universite de la
Rochelle;
d. Master of Urban and Regional Development and Coastal Development, MPWK-Undip – Universite de
Britagne Oxidentale;
e. Master of Urban and Regional Development and Urban Infrastructure Mgmt, MPWK-Undip – ENTPE
C). S2 Double Degree Jepang:
No
Fakultas/
Universitas
Bidang Studi
Program Studi/Universitas Bidang Studi
1 Fakultas
Ekonomi/Uni
versitas
Indonesia
Ilmu Ekonomi
& Ek. Pemb.
a Grad. Sch. of Int’l
Relations/International
University of Japan (IUJ)
International Development Program,
Economics, Development Economics,
Public
Policy, Urban & Regional Planning,
Development Planning
b Hiroshima Univesity Economic, Development Economic
c Int’l Grad. Sch. of Social
Science/Yokohama
National University
Economic, Development Economics
d Graduate Institute for
Public Studies (GRIPS)
Development Economics, Finance,
Public Policy, Public Administration,
City & Regional Planning
e Kobe Univesity Development Economics, Development
Management, Political Development,
International Relations & Public
Administration
2 MEP-UGM Ekonomi &
Ek. Pemb
a Graduate Institute for
Public Studies (GRIPS)
Development Economics, Finance,
Public Policy, Public Administration,
City & Regional Planning
b Grad. Sch. of Int’l
Relations/International
University of Japan (IUJ)
International Development Program,
Economics, Development Economics,
Public
Policy, Urban & Regional Planning,
Development Planning
c Hiroshima Univesity Economic, Development Economic
d Takushoku University International Development Studies,
Economic & Development Economics,
Urban & Regional Planning,
Development Planning & Public
Administration
e Kobe Univesity Development Economics, Development
Management, Political Development,
International Relations & Public
Administration
f Int’l Grad. Sch. of Social
Science/Yokohama
National University
Economic, Development Economics
3 MPWK-ITB Perencanaan
Wilayah Kota
a Graduate Institute for
Public Studies (GRIPS)
Development Economics, Finance,
Public Policy, Public Administration,
City & Regional Planning
b Ritsumeikan University Economics, International Relations,
Policy Science, Enironmental & Urban
Engineering, Accounting and
Management
c Kobe Univesity Development Economics, Development
Management, Political Development,
International Relations & Public
Administration
d Grad. Sch. of Media and
Governance/Keio
University
Media & Governance, Public
Administration
4 MPKD-UGM Perencanaan
Kota & Daerah
a Graduate Institute for
Public Studies (GRIPS)
International Development Program,
Economics, Development Economics,
Public
Policy, Urban & Regional Planning,
Development Planning
b Ritsumeikan University Economics, International Relations,
Policy Science, Enironmental & Urban
Engineering, Accounting and
Management
c Takushoku University International Development Studies,
Economic & Development Economics,
Urban & Regional Planning,
Development Planning & Public
Administration
d Kobe Univesity Development Economics, Development
Management, Political Development,
International Relations & Public
Administration
e Grad. Sch. of Media and
Governance/Keio
University
Media & Governance, Public
Administration
5 MAPUNIBRAW
Administrasi
Publik
a Graduate Institute for
Public Studies (GRIPS)
Development Economics, Finance,
Public Policy, Public Administration,
City & Regional Planning
b Ritsumeikan University Economics, International Relations,
Policy Science, Enironmental & Urban
Engineering, Accounting and
Management
c Takushoku University International Development Studies,
Economic & Development Economics,
Urban & Regional Planning,
Development Planning & Public
Administration
Program S2-Luar Negeri
Peserta akan diberikan Program Pelatihan Persiapan Bahasa English for Academic Purposes (EAP) sekurangkurangnya
selama 5,5 bulan, dan Persiapan Bahasa Perancis bagi yang akan ke Perancis. Setelah mengikuti
program EAP, peserta diberikan kesempatan untuk melamar ke universitas pilihan di berbagai Negara yang
diminati.
Program S3 Linkage
Program S3 Linkage hanya tersedia antara universitas di Indonesia dengan Perancis dan Jepang. Programprogram
studi yang tersedia adalah sama dengan program S2 Double Degree Perancis; sedangkan programprogram
studi di Jepang juga sama dengan program S2 Double Degree Jepang, kecuali program yang
bermitra dengan IUJ karena IUJ adalah universitas yang tidak menyediakan program S3 (Doktor).
Program S3 Dalam Negeri
1. Universitas Diponegoro : Ilmu Ekonomi;
2. Universitas Padjajaran : Manajemen Bisnis;
3. Institut Pertanian Bogor : (1) Ekonomi Pertanian, (2) Penyuluhan Pembangunan, (3) Sosialisasi
Pedesaan, (4) Komunikasi Pembangunan Pertanian & Pedesaan;
4. Universitas Gadjah Mada : (1) Ekonomi, (2) Manajemen, (3) Kebijakan Publik;
5. Institut Teknologi Bandung : (1) Planologi, Teknik & Manajemen Industri, (2) Pernc. Wilayah & Kota;
6. Universitas Brawijaya : Ilmu Administrasi dan Ilmu Ekonomi;
7. Universitas Indonesia : Ilmu Ekonomi.
D. PROSEDUR PELAMARAN
1. Mereka yang berhak melamar program beasiswa Pusbindiklatren adalah mereka yang memenuhi
persyaratan seperti yang disebutkan di atas, dan belum pernah mengambil/memiliki gelar S2 untuk
yang melamar beasiswa S2, serta belum pernah mengambil/memiliki gelar S3 untuk yang melamar
beasiswa S3, dengan mengisi formulir pendaftaran dan diusulkan secara resmi oleh instansi asalnya
melalui pejabat pengelola kepegawaian atau atasan langsung (minimal eselon II). Surat usulan yang
dimaksud harus menyebutkan nama-nama pegawai yang diusulkan oleh instansi, dan program/topik
beasiswa yang diminati;
2. Pelamar yang diprioritaskan adalah para: (a) perencana fungsional perencana; (b) perencana di instansi
perencanaan atau yang bekerja di unit kerja yang mempunyai tugas pokok dan fungsi di bidang
perencanaan; (c) PNS lain yang direncanakan bekerja di instansi atau unit perencanaan;
3. Pusbindiklatren telah mengirimkan formulir pendaftaran ke seluruh Pemerintah
Provinsi/Kabupaten/Kota melalui Sekda, BKD, dan Ketua Bappeda. Untuk mendapatkan formulir
tersebut dapat menghubungi pejabat yang bersangkutan, atau dapat didownload pada situs kami:
http://www.pusbindiklatren.bappenas.go.id.
4. Pusbindiklatren hanya akan menindaklanjuti formulir pendaftaran yang bermaterai dan
bertandatangan asli dengan persetujuan dari atasan langsung (minimal eselon II). Untuk yang
menyampaikan melalui faksimile, kami tidak akan memproses usulan tersebut.
5. Formulir pendaftaran harus dilengkapi dengan dokumen pendukung yaitu:
(a). Ijazah dan transkrip S1/S2 yang telah dilegalisir;
(b). Foto kopi SK Pengangkatan PNS 100% pada golongan III/a, atau SK pengangkatan terakhir, yang
telah dilegalisir;
(c). Khusus bagi para pejabat fungsional perencana harus melampirkan SK jabatan terakhir yang
dilegalisir;
(d). Pernyataan Rencana Studi (dalam bentuk esai), sebagaimana format terlampir (Lampiran 2).
Formulir serta dokumen pendukungnya dapat disampaikan langsung kepada Kepala Pusat Pembinaan,
Pendidikan dan Pelatihan Perencana, Bappenas, Jl. Taman Suropati No. 2, Jakarta 10310, atau dapat
dikirimkan melalui pos ke alamat: Jl. Proklamasi No. 70, Jakarta 10320.
E. KOMPONEN BIAYA BEASISWA BAGI PROGRAM GELAR S2 DOUBLE DEGREE
1. Pembiayaan diklat menjadi tanggungan bersama antara Pusbindiklatren dan instansi asal peserta,
dalam suatu mekanisme pembiayaan bersama (Cost Sharing tipe I);
2. Kesanggupan Instansi Pengirim untuk menanggung biaya ini dikirimkan kepada Pusbindiklatren
dalam bentuk Surat Kesediaan Cost-Sharing (setelah ada kepastian penempatan calon peserta).
3. Komponen-komponen pembiayaan yang menjadi bagian dari Pusbindiklatren dan Instansi Asal
Peserta dibagi menjadi:
(a). Komponen yang dibiayai oleh Pusbindiklatren
Uang Kuliah Sesuai Program
Tunjangan Biaya Hidup:
• Peserta Luar Kota Rp. 875.000,-/Bln
• Peserta Dalam Kota Plus Rp. 400.000,-/Bln
• Peserta Dalam Kota Rp. 0,-
Tunjangan Buku Rp. 160.000,-/Bln
Tunjangan ATK Rp. 65.000,-/Bln
Transport Lokal Rp. 75.000,-/Bln
Sewa Komputer Rp. 75.000,-/Bln
Tunjangan Thesis Rp.3.900.000,-
(b). Komponen yang dibebankan kepada Pemda Asal Peserta
(a). Transport dan akomodasi seleksi peserta (keikutsertaan dlm TPA & TOEFL)
(b). Tiket domestik pergi-pulang (kota asal – kota tempat diklat)
(c). Tunjangan Penempatan awal, minimal 5 hari perdiem
(d). Tambahan uang saku
(e). Biaya pengurusan dokumen keberangkatan (Bagi Peserta Double Degree & Luar
Negeri
(1). Biaya pembuatan passport Rp. 350.000,-
(2). Biaya medical check-up Rp. 250.000,-
(3). Biaya Legalisir & Penerjemahan:
• Penerjemahan & Legalisir akte
k l hi
Rp. 350.000,-
• Legalisir di Deplu dan Depkeh Rp. 300.000,-
• Legalisir I di Kedutaan besar Rp. 300.000,-
• Legalisir II di Kedutaan besar Rp. 300.000,-
(4). Biaya transport pre-departure Program Rp. 400.000,-
F. KOMPONEN BIAYA BEASISWA BAGI PROGRAM GELAR S2 DALAM NEGERI 13 BULAN
Mekanisme pembiayaan untuk beasiswa program gelar dalam negeri 13 Bulan terbagi ke dalam 2
kategori yaitu dengan mekanisme cost-sharing tipe I dan cost-sharing tipe IV.
I. Dengan mekanisme cost-sharing tipe I
1. Pembiayaan diklat menjadi tanggungan bersama antara Pusbindiklatren dan instansi asal peserta,
dalam suatu mekanisme pembiayaan bersama (Cost Sharing);
2. Kesanggupan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota untuk menanggung biaya ini dikirimkan kepada
Pusbindiklatren dalam bentuk Surat Kesediaan Cost-Sharing (setelah ada kepastian penempatan
calon peserta).
3. Komponen-komponen pembiayaan yang menjadi bagian dari Pusbindiklatren dan Pemerintah
Provinsi/Kabupaten/Kota dibagi menjadi:
(a). Komponen yang dibiayai oleh Pusbindiklatren
Uang Kuliah Sesuai Program
Tunjangan Biaya Hidup:
• Peserta Luar Kota Rp. 875.000,-/Bln
• Peserta Dalam Kota Plus Rp. 400.000,-/Bln
• Peserta Dalam Kota Rp. 0,-
Tunjangan Buku Rp. 160.000,-/Bln
Tunjangan ATK Rp. 65.000,-/Bln
Transport Lokal Rp. 75.000,-/Bln
Sewa Komputer Rp. 75.000,-/Bln
Tunjangan Thesis Rp.3.900.000,-
(b). Komponen yang dibebankan kepada Pemda Asal Peserta
(a). Transport dan akomodasi seleksi peserta (keikutsertaan dlm TPA & TOEFL)
(b). Tiket domestik pergi-pulang (kota asal – kota tempat diklat)
(c). Tunjangan Penempatan awal, minimal 5 hari perdiem
(d). Tambahan uang saku
II. Dengan mekanisme cost-sharing tipe IV
1. Pembiayaan diklat menjadi tanggungan bersama antara Pusbindiklatren dan instansi asal peserta,
dalam suatu mekanisme pembiayaan bersama (Cost Sharing);
2. Kesanggupan Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota untuk menanggung biaya ini dikirimkan
kepada Pusbindiklatren dalam bentuk Surat Kesediaan Cost-Sharing (setelah ada kepastian
penempatan calon peserta).
3. Komponen-komponen pembiayaan yang menjadi bagian dari Pusbindiklatren dan Pemerintah
Provinsi/Kabupaten/Kota dibagi menjadi:
(a). Komponen yang dibiayai oleh Pusbindiklatren
(a). Uang Kuliah Sesuai Program Studi
(b). Tunjangan Thesis Rp.3.900.000,-
(b). Komponen yang dibebankan kepada Pemda Asal Peserta
(a) Transport dan akomodasi seleksi (TPA & TOEFL)
(b) Tiket domestic pergi-pulang (kota asal –
kota tempat diklat)
(c) Tunjangan Penempatan awal Minimal 5 hari perdiem
(d). Tunjangan Biaya Hidup:
• Peserta Luar Kota Rp. 875.000,-/Bln
• Peserta Dalam Kota Plus Rp. 400.000,-/Bln
• Peserta Dalam Kota Rp. 0,-
(e) Tunjangan Buku Rp. 160.000,-/Bln
(f) Tunjangan ATK Rp. 65.000,-/Bln
(g) Transport Lokal Rp. 75.000,-/Bln
(h) Sewa Komputer Rp. 75.000,-/Bln
(i) Uang saku Sesuai kemampuan daerah
(j) Biaya pengurusan dokumen keberangkatan
G. SANKSI
1. Jika dalam hal tertentu peserta memutuskan untuk mengundurkan diri dari program studi secara
sepihak, maka berdasarkan Surat Perjanjian, peserta harus mengganti seluruh biaya yang telah
dikeluarkan oleh PPA sejak proses seleksi hingga tanggal keputusan pembatalan pemberian beasiswa,
kepada negara;
2. Peserta akan dikenakan sanksi dari Pusbindiklatren jika dalam proses seleksi, penempatan, maupun
selama mengikuti diklat diketemukan ketidaksesuaian data yang diinformasikan dalam Formulir Calon
Penerima Beasiswa Pusbindiklatren (formulir pendaftaran) dengan kriteria seleksi Pusbindiklatren yang
tercantum dalam buku Panduan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan dan
Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perencana;
3. Sanksi yang dimaksud pada poin di atas dapat berupa:
􀂃 pembatalan pencalonan sebagai penerima beasiswa jika diketahui sebelum proses seleksi
dilakukan;
􀂃 pembatalan pemberian beasiswa dan penggantian biaya seleksi jika diketahui dalam proses
penempatan;
􀂃 pembatalan studi, dan penggantian biaya yang telah dikeluarkan oleh Pusbindiklatren atas nama
peserta sejak proses seleksi hingga tanggal keputusan pembatalan pemberian beasiswa, kepada
kantor kas negara, jika diketahui selama diklat berlangsung.
LAMPIRAN 2
FORMAT PERNYATAAN RENCANA STUDI
Paragraf 1 : Latar Belakang Pendidikan sebelumnya, S1 untuk yang bermaksud
mengambil program S2 dan S2 untuk mereka yang bermaksud mengambil
program S3;
Paragraf 2 : Riwayat pekerjaan atau pengalaman kerja yang berisikan uraian tugas
dan fungsi pokok pekerjaan sehari-hari;
Paragraf 3 : Alasan memilih bidang studi yang diinginkan serta dikaitkan dengan latar
belakang pendidikan sebelumnya dan dengan tugas dan fungsi pokok
pekerjaan sehari-hari;
Paragraf 4 : Rencana tindak atau action plan yang akan dilakukan setelah mendapat
gelar pendidikan yang lebih tinggi (S2 atau S3) dikaitkan dengan tugas
dan fungsi pokok pekerjaannya serta dampaknya terhadap kinerja
instansi asal pada khususnya dan terhadap negara ini pada umumnya.
LAMPIRAN 3
(Surat Kesediaan Cost-Sharing Tipe I)
…………….,………… (tempat/tgl/bln/thn)
Nomor : …………….. Kepada Yth.
Lamp. : ……(berkas) Sdr. Kapusbindiklatren
Perihal : Kesediaan Pembiayaan Diklat Bappenas
a.n. 1. Sdr. X di
2. Sdr.Y Jakarta
3. Sdr.Z
Sehubungan dengan surat Sestama Bappenas, nomor: /Ses/…./2007, tentang
ketentuan pembiayaan cost sharing untuk program gelar yang dikelola oleh Pusbindiklatren
Bappenas, bersama ini kami mengusulkan keikutsertaan Sdr. X, Y, dan Z dengan pengaturan biaya
sebagai berikut:
ITEM
MANDATORY
JUMLAH ITEM
VOLUNTARY
ITEM
NO NAMA VOLUNTARY
PESERTA
(dalam Rp.) (dalam Rp.)
1 X
2 Y
3 Z
Demikian, mohon kami mendapat jawaban atas usulan kami tersebut di atas dalam waktu
tidak terlalu lama. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Sekretaris Daerah…………………………,
………………………..)
NIP: …………………..
Tembusan Yth.:
1. Gubernur/Bupati/Walikota………………..;
2. Penyelenggara Diklat;
3. Sesmeneg PPN/Sekretaris Utama Bappenas;
4. Peserta diklat yang bersangkutan.
Catatan:
Mandatory : adalah porsi pendanaan yang menjadi kewajiban instansi asal berupa:
a. Transport kedatangan dan kepulangan ke lokasi studi (kecuali ke luar negeri atau double degree);
b. Uang saku.
Voluntary : adalah porsi pendanaan yang secara sukarela akan ditanggung oleh instansi asal.
LAMPIRAN 4
(Surat Kesediaan Cost-Sharing Tipe IV)

…………….,………… (tempat/tgl/bln/thn)
Nomor : …………….. Kepada Yth.
Lamp. : ……(berkas) Sdr. Kapusbindiklatren
Perihal : Kesediaan Pembiayaan Diklat Bappenas
a.n. 1. Sdr. X di
2. Sdr. Y Jakarta
3. Sdr. Z
Sehubungan dengan surat program Pascasarjana ………………. , Universitas ……………,
nomor ……../…../2007, tentang ketentuan pembiayaan cost sharing tipe IV untuk program gelar
Pascasarjana ……………….., Universitas …………….. Program 13 Bulan yang dikelola oleh
Pusbindiklatren Bappenas, bersama ini kami mengusulkan keikutsertaan Sdr. X, Y, dan Z dengan
pengaturan biaya sebagai berikut:
ITEM
MANDATORY
JUMLAH ITEM
VOLUNTARY
ITEM
NO NAMA VOLUNTARY
PESERTA
(dalam Rp.) (dalam Rp.)
1 X
2 Y
3 Z
Demikian, mohon kami mendapat jawaban atas usulan kami tersebut di atas dalam waktu
tidak terlalu lama. Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
Sekretaris Daerah…………………………,
………………………..)
NIP: …………………..
Tembusan Yth.:
1. Gubernur/Bupati/Walikota………………..;
2. Penyelenggara Diklat;
3. Sesmeneg PPN/Sekretaris Utama Bappenas;
4. Peserta diklat yang bersangkutan.
Catatan:
Mandatory : adalah porsi pendanaan yang menjadi kewajiban instansi asal pada mekanisme cost sharing tipe IV berupa:
a. Transport kedatangan dan kepulangan ke lokasi studi dalam rangka seleksi dan studi peserta;
b. Transport pergi-pulang (kota asal-kota tempat diklat);
c. Tunjangan Penempatan awal, minimal 5 hari perdiem; jika tidak dapat pulang pergi ke tempat asal
dan harus mencari pondokan di tempat diklat;
d. Biaya hidup;
e. Tunjangan buku;
f. Tunjangan studi lainnya ( ATK, sewa computer, transport lokal);
g. Tambahan uang saku
Voluntary : adalah porsi pendanaan yang secara sukarela akan ditanggung oleh instansi asal.

Juli 11, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa s1, beasiswa s2, beasiswa s3, dalam negeri, luar negeri | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 114 pengikut lainnya.