Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Beasiswa Supersemar

VISI MISI

Yayasan bermaksud membantu/membina siswa dan mahasiswa yang cakap danberbakat, yang mampu membiayai kelangsungan studinya.

Yayasan bertujuan membantuPemerintah di dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa

Beasiswa Supersemar Terus Mengucur

10 Agustus 2007

Hingga kini Yayasan Supersemar tetap eksis menjalankan misinya, yakni memberi beasiswa kepada siswa dan mahasiswa berprestasi, tapi orangtuanya miskin. Jelas, Supersemar menjadi patner Pemerintah dalam mengatasi persoalan ini, karena Pemerintah sendiri belum dapat mengatasi beban biaya pendidikan sepenuhnya.

Di saat Pemerintah masih sulit mengatasi biaya pendidikan, Yayasan Supersemar tetap konsisten menjalankan misinya sebagai mitra Pemerintah memberi beasiswa sebatas kemampuannya. \\\”Pendapat saya, Yayasan ini merupakan salah satu lumbung beasiswa yang masih sangat dibutuhkan dan pantas dipertahankan keberadaannya\\\”, ujar Wira Widyawidura, seorang mahasiswa semester delapan Jurusan Fisika, FMIPA, di Universitas Negeri Jakarta. la melihat kenyataan di lapangan masih banyak teman-temannya yang senasib dengan dirinya, menemui kendala di dalam mengatasi biaya pendidikannya.
Pendapat yang sama juga diungkap Dinar Adityasari, mahasiswi Jurusan Komunikasi Massa Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Jakarta. Menurut penilaiannya, beasiswa Supersemar sangat membantu kelancaran studinya. Meskipun uang beasiswa satu periode tak mencukupi biaya SPP setahun, setidaknya beban orang tuanya diringainkan dengan adanya beasiswa tersebut. Pernyataan Wira dan Dinar, di amini Ketua Umum Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS) Periode 2007-1010, Drs Eddy Djauhari, Msi. Menurut pandangannya, andaikataYayasan Supersemar tidak memberi beasiswa, maka semakin banyak siswa dan mahasiswa yang tak bisa menyelesaikan pendidikannya, termasuk dirinya yang menerima beasiswa Supersemar pada tahun 1978-1980. Kala itu uang beasiswa Supersemar satu periode dapat untuk melunasi biaya kuliah satu tahun. Bahkan masih ada sisanya, cukup untuk membayar uang kost.
Dalam kondisi saat ini di mana banyak siswa dan mahasiswa yang pintar tapi tidak dapat melanjutkan pendidikan karena orang tuanya tidak mampu, terpikir oleh saya, betapa luhurnya budi Pak Harto yang telah mendirikan Yayasan Supersemar. \\\”Bayangkan sejak tahun 1975, tanpa gembar-gembor, tanpa publikasi yang menggebu-gebu, Yayasan Supersemar sudah membantu meringankan beban beribu-ribu anak muda Indonesia dalam mengatasi biaya pendidikannya,\\\” paparnya.
Eddy menjelaskan, hingga kini Yayasan Supersemar tetap berdiri. Misinya masih seperti dahulu, yaitu membantu siswa dan mahasiswa yang cerdas tetapi orang tuanya mengalami kendala dalam mengatasi biaya pendidikan. Jelas, ini tentu merupakan partner yang baik bagi Pemerintah karena Pemerintah sendiri belum dapat mengatasi beban biaya pendidikan sepenuhnya.
Lalu saya berandai-andai. Sekiranya pengelola Yayasan itu bukan orang-orang yang amanah. Andai pengelola Yayasan itu bukan orang-orang yang peduli terhadap generasi muda, ngapain bersusah payah tetap menjalankan kegiatannya, tegasnya.
Yayasan Supersemar yang genap berumur 33 tahun sejak didirikan Pak Harto pada 16 Mei 1974, tetap konsisten memberi beasiswa kepada beribu-ribu pelajar dan mahasiswa. Apa itu bukan suatu hal yang hebat? \\\”Seingat saya, para beasiswan penerima beasiswa Supersemar tidak dibebani kewajiban yang macam-macam. Yang diharapkan oleh yayasan adalah pengabdian para alumni Supersemar kepada bangsa dan negara. Menjadi warga negara Indonesia yang baik, warga negara yang mampu menolong dirinya sendiri dan berbuat baik serta peduli terhadap lingkungannya,\\\” kata Eddy Djauhari.
Harapan inilah yang menjiwai para beasiswan. Apa yang diharapkan oleh para Pendiri dan Pengelola Yayasan Supersemar terpatri pada setiap nurani para alumninya. Implementasinya, para alumni penerima beasiswa Supersemar secara nyata, baik secara individu maupun bergabung dengan lembaga sosial lainnya, banyak yang menyisihkan rezekinya untuk menjadi orang tua asuh dalam rangka membantu biaya pendidikan. Dan itu dilakukannya tidak usah dengan gembar-gembor. Mereka berprinsip, kalau beramal itu tak usah dipamer-pamerkan.
Contoh konkret lainnya ketika beasiswa diberikan, para beasiswan itu rela menyisihkan sebagian kecil beasiswanya. Lalu, mereka memberi beasiswa solidaritas kepada siswa SD atau SMP di sekitar lingkungan kampusnya. Mereka yang mengumpulkan dananya, mereka pula yang mengumpulkan data siswa-siswa yang akan dibantunya. Meskipun ini langkah yang tampaknya kecil, tetapi nilai setiakawannya yang luar biasa.
\\\”Saya salah seorang yang rajin mengikuti perkembangan beasiswa Supersemar karena tiga periode saya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KMA-PBS,\\\” kata Eddy.

Terus mengalir
Beasiswa Supersemar hingga saat ini masih teras mengalir secara berkesinambungan untuk membantu kelangsungan pendidikan para siswa dan mahasiswa yang tidak mampu tetapi memiliki potensi intelektual atau berprestasi. Hal itu tidak lepas dari peran para pengelola Yayasan Supersemar yang telah berkiprah selama 33 tahun. \\\”Selama ini kami tidak pernah terlambat dalam memberikan dana beasiswa tersebut, karena dana yang dialokasikan setiap tahun sudah tersedia,\\\” kata Bendahara Yayasan Supersemar, Soebagyo SH.
Soebagyo mengungkapkan, pihaknya tidak pernah mengurangi dana yayasan yang disimpan berupa deposito, tetapi hanya menggunakan bunga deposito. Sehingga, beasiswa Supersemar diharapkan akan terus mengalir. Kalau bisa menjadi dana abadi yang bisa membantu siswa dan mahasiswa berprestasi meringankan biaya sekolahnya, ujarnya.
Selama 33 tahun, Supersemar telah menyalurkan beasiswa lebih dari Rp 459 miliar kepada 410.352 mahasiswa, 823.210 siswa Sekolah Menengah Kejuruan(SMK). 13.500 atlit berprestasi, 7.132 mahasiswa pasca sarjana (S2 dan S3). serta 748.000 anak asuh tingkat SD, dan 84.500 siswa SLTP.
Untuk 2007. Pengurus Yayasan Supersemar telah menetapkan beasiswa sebesar Rp 17.630 miliar untuk 17.285 mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan tinggi Swasta, masing-masing mendapatkan Rp 85.000 per bulan. Beasiswa untuk SMK dialokasikan sebesar Rp 8,576 mihar yang diberikan kepada 19.950 siswa dengan nominal Rp 40.000 per siswa per bulan. Sedangkan bantuan pembinaan olah raga 500 atlit, pelatih, dan siswa SMU Olah Raga Ragunan. dialokasikan dana Rp 510 juta.
Mengenai proses untuk mendapatkan beasiswa Supersemar, pihaknya tidak pernah mempersulit. Pihak sekolah atau perguruan tinggi mengajukan kepada Kantor Wilayah atau Dinas Pendidikan setempat kemudian diteruskan kepada Yayasan Supersemar. Kami tidak perlu lagi menyeleksi satu per satu. Kami berikan sesuai dengan permintaan Kanwil setempat dan tentunya disesuaikan dengan dana yang ada.
Menurutnya, sejak berdiri tahun 1974. Yayasan Supersemar bertujuan meringankan beban pemerintah yang belum sepenuhnya dapat menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia. Saat itu, Pak Harto sebagai Pemimpin negara, mengajak para pengusaha untuk menyisihkan uangnya untuk membanlu kelangsungan pen-didikan bagi siswa yang tidak mampu tetapi memiliki prestasi. Awalnya Pak Harto hanya memberi Rp 10 ribu dan diikuti oleh pengusaha yang peduli pendidikan. Merekalah sebagai donatur. Saat ini tidak ada lagi uang masuk dari donatur, maka hanya bunga deposito yang ada sekarang yang dimaanfaatkan untuk beasiswa. • Pandji/Pelita

Beasiswa Selama 32 Tahun Tanpa Henti

12 Juni 2007

Yayasan Supersemar diam-diam pada 16 Mei lalu genap berusia 33 tahun. Selama 33 tahun mengabdi dalam dunia pendidikan, Yayasan Supersemar terus memberikan beasiswa kepada siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Meski memberi bantuan, pihak yayasan tidak pernah menuntut imbalan apapun kepada mereka yang telah mendapat bantuan.

“Biasanya di antara mereka ada ikatan batin yang begitu kuat antara penerima dengan kami dari Yayasan Supersemar,“ kata Ketua Yayasan Supersemar drh Arjodarmoko saat Ulang Tahun Yayasan Supersemar yang ke-33 pada 16 Mei lalu di Jakarta, yang diselenggarakan secara sederhana beberapa waktu lalu.
Apa yang dilakukan yayasan, tambah drh Arjodarmoko, sesuai dengan yang diamanahkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu sejak tahun 1975 silam yayasan memberi beasiswa dan bantuan dana yang berkaitan dengan dunia pendidikan. “Dalam usia 33 tahun telah memberikan bantuan beasiswa selama 32 th terus menerus tanpa henti dan tak kenal lelah.”

Teruskan bantuan
Memasuki tahun ajaran baru saat ini, yayasan tetap konsisten dengan tekad dan komitmennya. Yakni, bantuan tetap diberikan. Terlebih di tengah gigihnya pemerintah melakukan program gerakan peningkatan mutu pendidikan secara nasional.
Seperti pada tahun kerja sebelumnya, tahun ini pun tampaknya tak ada perubahan berarti dilakukan sebagai langkah kebijakan diambil yayasan. Beasiswa tetap diberikan kepada mahasiswa perguruan tinggi dan swasta, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri, bantuan untuk Anak Asuh melalui Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA), serta program bantuan pendidikan dan pembinaan olahraga.
“Besarnya beasiswa setiap siswa disesuaikan dengan standar yang diberlakukan secara nasional. Yayasan menaikan nilai nominal beasiswanya,” ucap Soebagyo, SH. Beasiswa untuk tingkat mahasiswa yang tadinya Rp 60 ribu dinaikkan menjadi Rp 85 ribu. Sementara bagi beasiswa SMK juga dinaikkan begitu pula untuk anak asuh tingkat SD dan SLTP.
Sedangkan biaya administrasi bagi penanganan beasiswa ini diberikan kepada PT dan instansi terkait guna memperlancar penanganan dan penyaluran.
“Kami juga memberi bantuan bagi Rumah Sejahtera Anak Pengungsi (RSAP) Maluku Utara sebanyak 40 orang siswa,” sambung Administratur yayasan. Selain itu, bantuan diberikan yayasan tidak sebatas uang tapi juga buku-buku bacaan dan peralatan penunjang pendidikan, seperti komputer dan lain sebagainya.
Melihat begitu besar dan setianya yayasan dalam memberi dukungan peningkatan mutu pendidikan sejak lama, tak pelak perlu didukung semua pihak. Karena kesetian dan totalitasnya memberi bantuan pendidikan bagi anak-anak potensial asal keluarga kurang mampu dan orang cacat tak tanggung-tanggung, telah dilakukan selama 33 tahun.
Berapa jumlah mantan penerimanya yang kini telah ‘mentas’ dan bahkan sudah menduduki posisi penting di berbagai tempat kerja dan intansi negeri maupun swasta, serta TNI/Polri? Tidak pernah terbetik sekalipun dari pihak yayasan untuk berharap menerima penggantian kepada mereka, kecuali mendoakan kehidupan lebih sejahtera, maju dan mandiri mampu tercapai oleh seluruh mantan penerima bantuan beasiswa tersebut.
Langkah suci adalah mulia dan hanya berharap berkah dari-Nya. Selamat Ulang Tahun ke-33, semoga terus memberi manfaat bagi masyarakat penerima. RIS
Suara Mandiri 11 Juni 2007
Bersama Bpk Soebagyo (Yayasan Supersemar)

SUPERSEMAR DAN PEMBANGUNAN SDM

23 Januari 2008

Pada awal masa Orde Baru tuntutan dan tekad bangsa Indonesia untuk bangkit membangun kesejahteraan yang adil dan merata terkendala kondisi sumber daya manusia yang kualitasnya rendah. Pada akhir tahun 1960-an atau awal tahun 1970-an tingkat kesehatan keluarga pada umumnya sangat rendah, angka kelahiran dan angka kematian sangat tinggi dan usia harapan hidup masih dibawah 50 tahun. Tingkat pendidikan rata-rata penduduk Indonesia sangat rendah. Dengan kualitas sumber daya manusia seperti itu masa depan bangsa bisa sangat memprehatinkan. Angka buta aksara dan jumlah anak usia sekolah yang tidak sekolah sangat tinggi. Keprehatinan itu ditangani oleh Pak Harto yang diberikan tanggung jawab memulihkan kondisi bangsa melalui berbagai upaya sederhana dan sistematis dengan mengajak sebanyak mungkin rakyat berpartisipasi.

Untuk itu, sejalan prioritas pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui upaya swasembada beras, pemerintah memberikan prioritas yang sangat tinggi pada upaya pembangunan sumber daya manusia. Agar setiap keluarga mampu ikut bertanggung jawab terhadap pemberdayaan anggotanya, program keluarga berencana mendapat prioritas tinggi.

Sejalan dengan kedua program utama tersebut pemerintah segera mengambil langkah sistematis membenahi bidang pendidikan. Pemerintah menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Sekolah dasar, menengah dan upaya pemberantasan buta aksara dilancarkan dengan gegap gempita. Karena prioritasnya sangat tinggi maka pembangunan infrastruktur sekolah-sekolah dilakukan melalui sistem Instruksi Presiden atau Inpres yang memungkinkan pemangkasan prosedur administrasi yang berbelit. Dengan selesainya pembangunan gedung, perlengkapan sekolah dan siapnya guru ternyata ada kendala lain yang sangat mengganggu. Anak-anak keluarga yang mampu segera bisa memanfaatkan fasilitas baru itu dengan mengirim anak-anaknya sekolah. Namun keluarga kurang mampu tidak bisa memanfaatkan fasilitas sekolah yang bertebaran itu secara optimal. Kendala itu menjadi keprehatinan pak Harto.

Sebagai Presiden pak Harto menyadari bahwa anggaran pemerintah terbatas. Oleh karena itu berdasarkan pengalaman sebelumnya, utamanya semasa pak Harto menjabat sebagai Panglima Kodam Diponegoro, digagas pembentukan suatu Yayasan untuk membantu memberikan beasiswa bagi anak-anak keluarga kurang mampu. Akhirnya pada tahun 1974 dibentuklah Yayasan Supersemar dengan tujuan menolong memberikan beasiswa kepada anak yang otaknya encer tetapi tidak bisa secara optimal mengikuti atau meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena orang tuanya kurang mampu.

Dalam menyelenggarakan usahanya, sejak awal Yayasan Supersemar menggalang kerjasama dengan pemerintah mencari dan menentukan anak-anak keluarga kurang mampu berbakat yang berhak memperoleh beasiswa. Anak siswa yang terpilih itu belajar keras mempersiapkan diri untuk membangun bangsa dan negaranya, sekaligus memotong rantai kemiskinan yang mengurung keluarganya berabad-abad.

Ditengah gencar dan hiruk pikuknya tuduhan korupsi melalui Yayasan-yayasan yang didirikan dan dipimpinnya, pada tanggal 6 September 1998, lima bulan setelah lengser, Pak Harto memberi penjelasan terbuka tentang Yayasan yang didirikan dan dipimpinnya melalui TPI. Dilaporkan kepada publik bahwa Yayasan Supersemar didirikan sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat akan sumberdaya manusia bermutu untuk membangun bangsa. Bantuan diberikan kepada anak-anak keluarga kurang mampu yang cerdas dan sedang sekolah di SD, SMP, SMA, sekolah kejuruan dan mahasiswa-mahasiswa di perguruan tinggi.

Sampai dengan tahun 1998 pada waktu pak Harto lengser, alumni penerima beasiswa Supersemar antara lain terdiri dari 54.233 mahasiswa S1, 43.666 mahasiswa S2, dan 737 mahasiswa S3, 536.620 siswa sekolah kejuruan, 8611 atlit dan pelatih olah raga yang sedang menuntut pelajaran pada berbagai sekolah, dan sekitar 433.000 anak-anak peserta KB lestari yang sekolah pada sekolah kejuruan. Sampai saat itu telah dikeluarkan dana untuk beasiswa sebanyak tidak kurang dari Rp. 422 milyar.

Dari catatan yang ada pada Yayasan Supersemar, sejak tahun 1998 itu, biarpun setiap hari selalu dihujat dan akhirnya diangkat ke perkara Perdata, Yayasan Supersemar tetap dan selalu menjalin kerjasama dengan Pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional dan Dinas-dinas Pendidikan di Kabupaten/Kota serta Rektor Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia. Beasiswa tetap diberikan kepada siswa dan mahasiswa menonjol yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sejak dibentuknya Yayasan pada tahun 1974 secara kumulatif telah diberikan beasiswa kepada 2.079.881 mahasiswa dan siswa dari seluruh Indonesia. Jumlah itu terdiri dari 413.530 S1, 5.972 S2, 1.160 S3, 835.659 siswa sekolah kejuruan, 13.560 atlit dan pelatih olah raga, serta 450.000 siswa sekolah kejuruan anak-anak peserta KB lestari. Jumlah kumulatif dana untuk keperluan itu mencapai Rp. 458,7 milyar.

Sejak didirikan tahun 1974, kebijaksanaan Yayasan Supersemar memberikan beasiswa kepada berbagai kalangan itu, termasuk kepada penyandang cacat, adalah sebagai untuk memperbaiki mutu sumber daya manusia. Pelaksanaannya diatur bersama lembaga resmi seperti Dinas Pendidikan di daerah, Legiun Veteran, Dharma Wanita, atau institusi lain yang menentukan siapa yang berhak memperoleh beasiswa. Disamping itu Yayasan Supersemar pernah menyelenggarakan pelatihan Dai muda yang ditugaskan mendampingi pendidikan dan pengajaran agama di daerah transmigrasi. Tidak kurang dari 1000 alumni penerima beasiswa Supersemar pernah ditugaskan sebagai pendamping upaya pengentasan kemiskinan melalui program Inpres Desa Tertinggal. Pada waktu ini banyak lulusan alumni Supersemar yang menduduki jabatan penting sebagai Rektor, Dosen, Dirjen, Direktur, Bupati/Walikota, Direktur Bank, atau pejabat publik lainnya.

Dari uraian diatas, Yayasan Sepersemar yang akhir-akhir ini disoroti secara negatip dan menyolok dalam pers nasional, sesungguhnya merupakan dan telah berfungsi secara positif sebagai lembaga nirlaba yang memberikan kontribusi yang luar biasa pada anak-anak keluarga kurang mampu yang sebagian telah menjadi pemimpin bangsanya. Alhamdullilah. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Pengamat Sosial).

Susunan Pengurus Yayasan SUPERSEMAR

H.M Soeharto
Ketua

Dr. Soedjarwo
Wakil Ketua I Drs. Moerdiono
Wakil Ketua II Arjodarmoko
Sekretaris

Prabowo Subianto
Wakil Sekretaris H. Ali Affandi
Bendahara Pratikto Singgih, S.E
Wakil Bendahara

Soedharmono, S.H
Anggota Ali Said, S.H
Anggota Prof. Dr. Widjojo Nitisastro
Anggota

Prof. Dr. Ir. Toyib Hadiwijaya
Anggota H. Suryatna Soebrata
Anggota Prof. Dr. Bambang Suhendro
Anggota

Drs. H. Zaenal Arifin Achmady, M.P.A
Anggota

Februari 27, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa dalam negeri, beasiswa indonesia, beasiswa s1, beasiswa s2, beasiswa sekolah | 4 Komentar

Beasiswa Dompet Dhuafa DD

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Kelahirannya berawal dari empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli kepada nasif dhuafa. Empat orang wartawan yaitu Parni Hadi, Haidar bagir, S. Sinansari Ecip, dan Eri Sudewo berpadu sebagai Dewan Pendiri lembaga independen Dompet Dhuafa Republika.

AWAL KEHADIRAN
Sejak kelahiran Harian Umum REPUBLIKA awal 1993, wartawannya aktif mengumpulkan zakat 2,5% dari penghasilan. Dana tersebut disalurkan langsung kepada dhuafa yang kerap dijumpai dalam tugas. Dengan manajemen dana yang dilakukan pada waktu sia-sia, tentu saja penghimpunan maupun pendayagunaan dana tidak dapat maksimal.

Dalam sebuah kegiatan di Gunung Kidul Yogyakarta, para wartawan menyaksikan aktivitas pemberdayaan kaum miskin yang didanai mahasiswa. Dengan menyisihkan uang saku, mahasiswa membantu masyarakat miskin. Aktivitas sosial yang telah dilakukan sambilan di lingkungan REPUBLIKA pun terdorong untuk dikembangkan.

Apalagi kala itu, masyarakat luas telah terlibat menyalurkan ZISnya melalui DD. Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, DD tercatat di Departemen Sosial RI sebagai organisasi yang berbentuk Yayasan. Pembentukan yayasan dilakukan di hadapan Notaris H. Abu Yusuf, SH tanggal 14 September 1994, diumumkan dalam Berita Negara RI No. 163/A.YAY.HKM/1996/PNJAKSEL.

Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan zakat, DD merupakan institusi pengelola zakat yang dibentuk oleh masyarakat. Tanggal 8 Oktober 2001, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 439 Tahun 2001 tentang PENGUKUHAN DOMPET DHUAFA REPUBLIKA sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat nasional.

VISI, MISI, TUJUAN, PRINSIP DASAR DAN GRAND STRATEGI JMK
VISI KAMI
Bertekad menumbuhkembangkan jiwa dan kemandirian masyarakat yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui sistem yang berkeadilan.

MISI
Membangun diri menjadi lembaga yang berfungsi sebagai lokomotif gerakan pemberdayaan masyarakat.
Menumbuhkembangkan jaringan lembaga pemberdayaan masyarakat.
Menumbuhkembangkan dan mendayagunakan aset masyarakat yang berbasis kekuatan sendiri.
Mengadvokasi paradigma ekonomi berkeadilan.

TUJUAN
Meningkatnya efektivitas kinerja lembaga.
Meningkatnya otonomi jaringan lembaga melalui devolusi (desentralisasi dan pelimpahan wewenang).
Meluasnya pemahaman, penerimaan dan pelaksanaan ekonomi berkeadilan.
Meningkatnya pendayagunaan aset masyarakat melalui pengelolaan ziswaf dan derma.
Tercapainya kemandirian komunitas sasaran.

PRINSIP DASAR Prinsip moral jujur, amanah, ihsan
Prinsip kedudukan lembaga transparan, dapat dipertanggungjawaban, profesional, berdayaguna dan berhasil guna, berorientasi pada perbaikan terus menerus
Prinsip pengembangan inovatif, kreatif, berorientasi pada social entrepreneurship dan investasi sosial
Prinsip fiqh bukan semata-mata ibadah ritual, meraup tiga unsur sekaligus yaitu muzakki-amil-mustahik

GRAND STRATEGY
V2G (Value Transformation, Volunteerism, Grantmaking)
Intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi penggalangan dana dan pendayagunaan aset masyarakat melalui penguatan lembaga serta interaksi jejaring

Pengajuan beasiswa dompet dhuafa DD dapat dilakukan secara ONLINE DI SINI.

Februari 27, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa d3, beasiswa dalam negeri, beasiswa indonesia, beasiswa s1, beasiswa sekolah, beasiswa smp, beasiswa smu | 2 Komentar

Pendidikan di Indonesia

Dengan semakin merebaknya pemberitaan mengenai pendidikan beberapa tahun berikut ini, kami telah mengumpulkan sejumlah data dari koran-koran lokal yang terfokus pada masalah-masalah seputar dunia pendidikan, termasuk didalamnya mengenai guru, sekolah, murid dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Disamping itu, kami juga menampilkan pendapat para ahli pendidikan mengenai problema pendidikan dan solusinya

Siswa

Semua artikel koran yang membahas mengenai para siswa Indonesia di berbagai tingkat pendidikan akan ditampilkan di segmen ini. Anda dapat mempelajari kisah nyata para siswa yang berjuang untuk sekolah atau Anda juga dapat mengetahui lebih mengenai keberhasilan yang telah dicapai oleh generasi muda Indonesia di beragam ajang kompetesi “adu-otak” di tingkat nasional maupun dunia.

Guru

Para guru memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan maupun kegagalan murid-muridnya. Oleh karena itu, segmen ini didedikasikan untuk menampung semua informasi maupun pembahasan mengenai guru dan perkembangannya. Selain itu, masalah maupun perkembangan yang berhubungan dengan guru juga ditampung di sini.

Sekolah & Universitas

Bila kita berbicara tentang sekolah, yang pertama kali muncul di benak kita adalah gambaran tentang sekolah bobrok dan hancur di daerah pedesaan. Namun sekarang masalah itu juga dihadapi oleh berbagai sekolah yang terletak di ibukota Jakarta. Tentu saja, masih banyak bahasan yang dapat diketengahkan mengenai keadaan sekolah maupun universitas di Indonesia. Di segmen ini, akan ditampilkan sejumlah artikel yang berhubungan dengan sekolah maupun universitas Indonesia.

Opini

Segmen ini mengetengahkan berbagai macam artikel opini yang dimuat di koran-koran ternama di Indonesia. Opini-opini tersebut dicetuskan oleh para pakar pendidikan untuk memberikan gambaran atas apa yang sedang terjadi di sektor pendidikan Indonesia.

Pemerintah

Peranan pemerintah dalam menentukan perkembangan dunia pendidikan di Indonesia sangatlah penting. Dengan demikian, segmen ini dihadirkan untuk memuat semua data maupun berita dari dan mengenai pemerintah, terutama dari Kementrian Pendidikan Nasional, khusus dalam hal pendidikan.

Februari 26, 2008 Posted by | beasiswa d2, beasiswa d3, beasiswa d4, beasiswa dalam negeri, beasiswa indonesia, beasiswa s1, beasiswa s2, beasiswa s3, beasiswa sampoerna, beasiswa SD | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 115 pengikut lainnya.