Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Berkah Beasiwa Supersemar

Atik Untari, Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Berkah Beasiwa Supersemar Lolos dari Sangsi

11 Februari 2005

Ketika baru masuk kuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Atik Untari merasa teramat senang, karena di papan pengumuman menempel pengumuman siapa-siapa saja yang mendapatkan beasiswa Supersemar. Ia yakin, namanya bakal tercantum sebagai salah satu penerima dana beasiswa itu. Celakanya, nama Atik Untari tidak terdapat dalam daftar pengumuman tersebut. Setelah beberapa lama kuliah di UNJ ia mencoba mencari informasi bagaimana cara mendapatkannya dan berhasil. Namun sayang, untuk mendapatkannya harus sudah tahun kedua berkuliah.

Setelah tahun kedua, sebelum Atik Untari mendapatkan kesempatan beasiswa Supersemar, ia ditawari beasiswa yang lain. “Akhirnya saya ambil beasiswa tersebut sampai tiga tahun. Barulah setelah akan tahun keempat saya mengajukan beasiswa Supersemar, dan dikabulkan,” ujar lulusan SMU N I Magetan, Jatim, yang ketika ditemui tengah sibuk menyusun skripsi.
Tanpa bermaksud menyombongkan diri, Atik mengaku relatif lebih mudah mendapatkan beasiswa daripada teman-temannya, karena ia aktif di kampus. “Dan menurut beberapa narasumber, untuk mahasisiwa yang aktif diberi privilese asal nilai akademiknya juga mencukupi. Saya sangat setuju sekali dengan parameter yang seperti itu, karena beasiswa tersebut sangat membantu sekali untuk membayar SPP setiap semesternya,” paparnya seraya menambahkan, jika mahasiswa tersebut aktif maka peluang untuk mendapatkan pendapatan lain selain kiriman orang tua kesempatannya lebih sedikit, sehingga beasiswa tesebut sangat berarti.
Namun ada kekecewaan dari para penerima beasiswa karena ada potongan dari Unit Kegiatan Mahasiswa, padahal unit tersebut untuk operasionalnya juga telah mendapatkan dana dari pihak universitas. Sehingga, menurut penyiar 103.4 FM D.RADIO Jakarta yang pernah aktif di Pers Mahasiswa UNJ 1999-2003, walaupun tidak seberapa potongannnya tapi cukup mengecewakan.
Mantan pengajar STM PGRI Rawamangun, Jakarta, selama 2 tahun dan pernah bekerja di LPIA ini mengimbau, kalau pada era dia jumlah beasiswa yang diterima sebanding dengan SPP, namun karena besarnya SPP sekarang jauh lebih mahal, barangkali jika ada kesepakatan besarnya beasiswa secara nominal perlu ditingkatkan. “Tapi, kalau tidak ada tidak masalah. Karena berapa pun itu sangat membantu mahasiswa,” ucap mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ ini jujur.
“Ada satu pengalaman yang sangat berarti bagi saya, yaitu ketika itu kiriman saya belum sampai namun pembayaran SPP telah deadline. Saya bingung sekali, karena kalau telat akan didenda bahkan di black list,” kenangnya bernada kecut. “Alhamdullillah berkat si Supersemar saya tidak mendapat sanksi universitas karena dapat saya lunasi segera. Amien,” ujar Atik Untari yang saat ini juga aktif mengajar di sebuah SMK di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, dengan nada bangga. HAR

Februari 27, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa dalam negeri, beasiswa indonesia | Tinggalkan komentar

BEASISWA SUPERSEMAR TEPAT WAKTU

Agung Budi & Warsito mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Tanah UPN
BEASISWA SUPERSEMAR TEPAT WAKTU

11 Februari 2005

Sebagai pegawai Negeri Golongan IIC, tanpa dukungan samping rasanya tak terbayangkan betapa berat memikul biaya kuliah menimba ilmu di perguruan tinggi. Demikian juga Agung Budi anak kedua dari dua bersaudara pasangan Waluyo karyawan UniversitasPembangunan Nasional “Veteran”.

Ketika ia melihat pengumuman fakultas tentang adanya kesempatan memperoleh beasiswa Supersemar Agus Budi buru-buru pulang mengabarkan berita baik itu kepada istri tercinta Asri Purwati. Pasangan muda yang sudah dikaruniai satu anak Rahmad Dwi Prasetyo tinggal di di Jl.Mogot, Gg V/ 76 , Surabaya.
Agus mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Tanah tersebut bertutur, saat berkonsultasi kepada isteri ia hanya menyampaikan bahwa ada kesempatan memberoleh beasiswa karena IPK-nya mencukupi. Namun ia juga menyebut bahwa untuk menerimanya pakai proses seleksi. Dengan demikian doa keluarga terutama istri selalu mengiringi usaha ini, tambahnya.
Tekadnya begitu kuat sembari menyiapkan persyaratan yang diperlukan ia bergumam “Ini kan memang dana untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang berprestasi. IP saya 2,7 sementara saya sendiri pegawai negeri golongan IIC. Apalagi isteri tidak bekerja”.Maka Agung mencoba mendaftar untuk merebut kesempatan itu.
Ia bersyukur kalau kemudian ia terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa Supersemar.
Pengajuan tidak sulit cukup mendaftar melalui Ketua Jurusan, sedang proses penerimaanpun juga sangat lancar. Tentunya sebagai mahasiswa harus mengikuti prosedur dengan tertib, tambahnya.
Dengan beasiswa Supersemar Agus merasa teringankan untuk membiayai kepentingan kuliahnya seperti foto copy, membuat paper juga praktek yang kesemuanya membutuhkan biaya. Saatnya begitu tepat,ketika ia menerima beasiswa Supersemar sebesar Rp. 860.000 bertepatan ia harus membayar kewajiban SPP yang terlambat, ucapnya pebuh syukur.

Kebahagiaan serupa juga dinyatakan Warsito anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Ngatemin pensiunan pegawai Brantas Hilir Tambak Bayan, yang kini tinggal beserta istri dan putri tercinta (Fiola) di Tambak Wedi Baru Gg.VIII/16, Kenjeran.Surabaya.
Warsito mahasiswa Fak Pertanian Jurusan Ilmu Tanah.ini mengaku Beasiswa Supersemar sangat bermanfaat sekali. Apalagi dalam mengurus cukup mudah dan tidak berbelit. Dana itu dapat dimanfaatkan untuk membantu biaya-biaya kuliah seperti biaya penelitian, praktrek kerja lapangan dll.
Warsito berkata IPK yang diperoleh hanya 2,6 namun memenuhi sarat, maka dengan memperoleh Beasiswa Supersemar seakan memperoleh kesegaran semangat yang mendorongnya untuk berprestasi lebih baik..Menurut Warsito berbagai kesempatan beasiswa atau bantuan SPP bagi mahasiswa berprestasi adalah tantangan yang ia yakini dapat menggapainya.
Apalagi ia melihat petugas bidang kemahasiswaan/pengelola beasiswa cukup bijaksana. Setiap mahasiswa yang IPK nya memenuhi sarat bisa memperoleh Beasiswa Supersemar. Yang sudah memperoleh beasiswa, dapat dialihkan ke beasiswa yang lain. Sehingga setiap periode mahasiswa memiliki peluang untuk memperolehnya.
Warsito, yang kini bekerja sebagai pegawai negeri Golongan II C bertekad setelah S1 Fakultas Pertanian Jurusan Ilmu Tanah sudah dapat diraihnya, apabila ada dukungan dana serupa ia ingin mengambil S2. Semoga. (H.Nur)

Februari 27, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa dalam negeri, beasiswa indonesia | Tinggalkan komentar

Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS)

Kata Sambutan
Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS)

18 Februari 2005

Semenjak buletin Yayasan, yang bernama Berita Berkala Keluarga Yayasan Beasiswa Supersemar ( BB-YBS ), tidak terbit lagi; kami merasa kehilangan media untuk mendapatkan informasi dari Yayasan Supersemar. Dulu bisa dipastikan, setiap triwulan dengan bangganya para penerima beasiswa membawa pulang buletin tersebut untuk dibaca bersama keluarganya, bahkan ada yang membundelnya sebagai dokumentasi. Sebagian alumni pun masih aktif mengikuti perkembangan Yayasan dari buletin tersebut, meski sebatas meminjam dari adik angkatan atau adik kelasnya.

Kontak person yang kami andalkan sampai dengan akhir tahun 2002 ialah Mas Sugeng Hartadi, profil petugas Humas Yayasan Supersemar yang penuh loyalitas dan luwes dalam melayani kebutuhan informasi yang diperlukan oleh para penerima beasiswa, baik yang masih aktif maupun para alumninya.

Hadirnya buku PENGABDIAN YAYASAN SUPERSEMAR, Dalam Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, yang diterbitkan dalam rangka memperingati 30 tahun berdirinya Yayasan Supersemar, tentu saja kami sambut dengan gembira. Apalagi dengan akan diaktif kannya situs Yayasan Supersemar pada internet. Kami berharap kehausan akan informasi tentang Yayasan Supersemar dan tentang keberadaan para alumni yang kini tersebar di berbagai wilayah; serta kerinduan kami kepada mereka untuk sementara dapat terobati meskipun sebatas membaca tulisan dan melihat gambar mereka.

Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami, mewakili segenap penerima beasiswa dan alumni yang pernah menerima beasiswa Supersemar menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada Pendiri, Donatur, Pengurus, dan segenap Karyawan Yayasan Supersemar

atas perhatian dan bantuannya kepada kami selama ini. Mohon do’a restu semoga kami dapat menjadi manusia yang berguna bagi agama, negara, dan bangsa Indonesia, sebagaimana diharapkan oleh Yayasan Supersemar.

Dirgahayu Yayasan Supersemar.

Jakarta, 31 Desember 2004
Pengurus Pusat KM/\-PBS

Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,
Prof .Dr.Ir. H. Syamsul Bachri, M.S. Drs. Eddy Djauhari, M.Si.

Februari 27, 2008 Posted by | BEASISWA, beasiswa dalam negeri, beasiswa indonesia | 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 115 pengikut lainnya.