Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Hubungan RI-Libya

Makin Hangatnya Hubungan RI-Libya
Di tengah melonjaknya harga minyak dunia, setiap hari Libya mampu mengekspor minyak ke Indonesia dengan keuntungan melimpah.

Sedikitnya ekspor minyak Libya ke RI itu 50.000 barel per hari senilai US$ 90 juta dari total US$ 700 juta transaksi ekonomi negara tersebut.

Dubes Libya untuk Indonesia Salaheddin M El Bishari menyatakan hubungan Jakarta dan Tripoli maju pesat sejak era Presiden BJ Habibie.

Pada era Presiden Soeharto, Indonesia takut atau khawatir terhadap AS dan negara-negara Barat jika Jakarta membangun hubungan baik dengan Libya.

“Hubungan kedua negara semakin baik dan saya sangat senang bertugas di Jakarta. Masyarakatnya ramah dan hangat dengan kekayaan aneka budaya dan sumber daya alam yang kaya,” kata Dubes Libya Salaheddin kepada INILAH.COM, Senin (11/2) sambil menikmati jamuan minum teh dan kopi di siang hari.

Hubungan Libya dan Indonesia diawali pada 1993. Namun baru mencapai kemajuan pesat pada era Presiden Habibie pada 1998, dengan melakukan peningkatan kerjasama di bidang ekonomi, politik, dan pendidikan serta membuka kedubes di masing-masing negara.

“Di era kepemimpinan SBY-JK (Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla) mulai 2004, kerjasama antara Libya dan Indonesia mengalami kemajuan yang semakin pesat terutama di sektor ekonomi dan perdagangan,” kata Dubes Libya yang menyelesaikan pasca sarjana di Lousiana University, AS itu.

Libya, katanya, menyambut undangan Wapres M Jusuf Kalla untuk Presiden Moammar Khadafi agar bisa berkunjung ke Tanah Air.

Libya merupakan salah satu negara yang mengandalkan sumber devisa negara dari industri energi terutama minyak dan gas.

Di bidang pendidikan, Libya juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia berprestasi sebanyak 50 orang per tahun. Kini total mahasiswa Indonesia yang beruntung mendapat beasiswa dari pemerintah Libya kurang lebih 250 orang.

Pemerintah Libya pun selalu kooperatif melakukan hubungan dengan Indonesia dengan meningkatkan kerjasama kebudayaan dan pendidikan.

Baru-baru ini pemerintah Libya membangun sebuah mesjid terletak di Sentul Bogor dengan total biaya US$ 3,5 juta. Pembangunan mesjid itu rencananya selesai pada Januari 2009.

Libya sebagai salah satu negara Afrika Utara/Timur Tengah posisinya sangat strategis, karena termasuk salah satu produsen minyak terbesar, yang cukup diperhitungkan oleh Amerika Serikat.

Di masa lalu, kata Dubes Salaheddin, peta politik Timur Tengah setelah pemboman WTC 11 September dan invasi Amerika ke Irak, mengalami distabilisasi yang akhirnya menjadi kekacauan, sehingga memperburuk situasi politik dan ekonomi di Timur Tengah.

Namun posisi Libya tetap pada kebijakan luar negeri yang mengutamakan dialog, perdamaian dan pembangunan kawasan.

“Dan kami kini memiliki relasi yang baik dengan AS maupun Eropa Barat, bahkan kami sudah mengirimkan para mahasiswa Libya belajar di AS/Barat dalam jumlah ratusan, terutama bidang teknologi (engineering),” tuturnya.[

About these ads

Juli 25, 2008 - Posted by | luar negeri

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 114 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: