Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Yayasan Beasiswa Supersemar

Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng.
Yayasan Supersemar Pun Wadah Mempererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berkampus di Jl Keputih Sukolilo, Surabaya, termasuk penerima dana beasiswa Supersemar. Pemberian beasiswa oleh Yayasan Supersemar secara rutin setiap tahun kepada 200 mahasiswa ITS, menurut Pembantu Rektor III ITS Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng., merupakan wujud kepedulian Yayasan Supersemar yang pantas diberikan penghargaan setinggi-tingginya, karena telah membantu dan memperlancar proses belajar-mengajar di ITS.

Proses pelaksanaan pemberian beasiswa di ITS dibagi dalam tiga proses. Pertama, proses seleksi dan usulan. Pada kisaran bulan April-Mei ITS selalu mendapatkan informasi tawaran beasiswa dari Yayasan Supersemar untuk 200 mahasiswa. “Setelah mendapatkan informasi tersebut kami berkoordinasi dengan pihak fakultas untuk melakukan seleksi terhadap mahasiswa yang dipandang paling memenuhi syarat sebagaimana ditentukan oleh Yayasan Supersemar. Selanjutnya hasil tersebut kami sampaikan ke Yayasan Supersemar untuk proses lebih lanjut,” kata Dr Ir Achmad Jazidie, M.Eng.

Kedua, proses terbitnya Surat Keputusan. Pada kisaran bulan Agustus-September ITS menerima Surat Keputusan Yayasan Supersemar tentang nama-nama yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa. “Setelah menerima Surat Keputusan tersebut kami menyampaikan kepada Fakultas untuk disampaikan kepada mahasiswa yang bersangkutan, dengan imbauan agar mahasiswa yang bersangkutan selalu memanfaatkan beasiswa yang akan diterima dengan sebaik-baiknya dan selalu meningkatkan prestasi studinya,” paparnya.

Sedangkan proses ketiga, yakni pada kisaran bulan September-Oktober ITS menerima kiriman dana beasiswa dari Yayasan Supersemar dan selanjutnya pihak rektorat menginformasikan kepada mahasiswa yang bersangkutan melalui fakultas masing-masing untuk mengambil dan memberikan tanda tangan pengambilan beasiswa di bagian kemahasiswaan ITS. Dana yang diterima para mahasiswa ITS sebesar Rp 70.000 per bulan.

Dana beasiswa yang telah diterima mahasiswa ini sebagian besar dimanfaatkan untuk menunjang sebagian kebutuhannya, dalam rangka menyelesaikan studi. Antara lain, membayar SPP, membeli buku literatur ataupun menunjang kebutuhan hidup lainnya.

Oleh karena itu, Achmad Jazidie mengusulkan agar besarnya nilai beasiswa dapat dinaikkan dengan pertimbangan, pertama, biaya SPP di ITS selalu menyesuaikan kebutuhan operasional pendidikan, yang mulai 2004-2005 SPP bagi mahasiswa baru mencapai Rp 1 juta per semester. Kedua, biaya pemondokan atau kost untuk wilayah di sekitar kampus ITS rata-rata Rp 150.000 per orang. Dan ketiga, besarnya beasiswa seharusnya bisa disesuaikan menjadi minimal Rp 150.000 per mahasiswa, per bulan.

Acungan jempol
Menurut Pembantu Dekan III ITS, Ir Imam Prayogo, apa yang sudah dilakukan Yayasan Supersemar selama ini patut mendapat acungan jempol. Artinya, perlu mendapat pujian sehubungan yang melakukan hal serupa bukan hanya Yayasan Supersemar, tapi masih ada dari perusahaan rokok misalnya, perusahaan industri otomotif dan perusahaan-perusahaan lain yang melakukan hal sama..

Dengan demikian, menurutnya ke depan kesempatan-kesempatan yang lebih baik ini bisa dimanfaatkan oleh Yayasan Supersemar. Kesempatan lebih baik itu adalah dengan semakin tingginya biaya pendidikan dan kemungkinan belum terkejar dengan kemampuan pemerintah. Ini adalah suatu tantangan dan sekaligus peluang bagi Yayasan Supersemar untuk bisa membantu pendidikan.

“Seperti diketahui, banyak sekali masyarakat yang membutuhkan beasiswa, dan apabila pemberian beasiswa ini tepat sasaran maka akan lebih berdaya guna untuk Yayasan Supersemar di masa mendatang,” dalih Imam Prayogo.

Ia mengimbau, ada baiknya jika jika pemberian beasiswa ini disesuaikan atau diaktualisasikan dengan kebutuhan zaman. “Ada beberapa perbankan yang sudah memberikan kredit bergulir. Apa salahnya kalau Yayasan Supersemar menggunakan sistem bergulir tersebut,” ungkapnya.

Imam Prayogo menilai, para alumni penerima beasiswa Supersemar sekarang ini sudah bisa diketegorikan sebagai orang yang amat sangat mampu. Karena mereka amat sangat mampu berarti beasiswa bergulir ini bisa diambilkan dari para alumninya. “Jadi, tidak semuanya menjadi tanggung jawab Yayasan Supersemar, melainkan dari alumni Yayasan Supersemar pun bisa mengangkat adik-adiknya yang sekarang sebagai penerima beasiswa Supersemar,” harapnya, yang didampingi Kabag Kemahasiswaan Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) ITS Mustiko Adji, dan Kasubbag Pelayanan Kesejahteraan Mahasiswa BAAK Tutut Wibowo.

Sehingga, lanjut Imam Prayogo, keterikatan batin yang dulu pernah menerima beasiswa Supersemar dengan yang sekarang menerima beasiswa Supersemar, atau sudah menerima beasiswa Supersemar ini akan semakin erat.

“Karenanya, hubungan erat itu bukan hanya antara penerima beasiswa Supersemar dengan Yayasan Supersemar, tapi di antara penerima sendiri juga akan semakin erat. Kasus mempererat silaturahmi ini, atau hubungan ini ikut mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan bangsa sudah menjadi tuntutan siapa pun. Semua bangsa di dunia ini akan menghendakinya sama, yaitu mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” paparnya.

Jadi, selain Yayasan Supersemar bisa meningkatkan kesejahteraan di lingkungan masyarakat pendidikan, Yayasan Supersemar juga bisa sebagai wadah mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

>> Drs. H. Moh. Mukri, M.Ag
Suku Bunga Turun, Jumlah Penerima Berkurang
>> Perlu Mencari Dermawan Baru
>> Abdullah Idi M.Ed, Purek III IAIN Raden Patah, Palembang Sumatera Selatan
Panggil Nurani Alumni
>> Djoko POERNOMO, SIP Purek III Bidang Kemahasiswaan UPN
Yayasan Supersemar Sangat Peduli Pembangunan Generasi Muda
>> Ir.ASMUJI. MM Direktur POLTEK Jember
Anak -Anak Petani Manfaatkan Beasiswa Supersemar Dengan Benar
>> H. Purnomo, SH, Pembantu Rektor III Negeri Jember
Bantu Sarana Dan Prasaran
>> Dr.Ir. Tarsicius Sutikto, M.Sc, Rektor Universitas Negeri Jember
Sampai Kapan Pun Beasiswa Tetap Dibutuhkan
>> Komari, SH, Mhum, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto
Supersemar Sudah Menjadi Ikon Beasiswa
>> Imron Rosidi, PR III Unbraw
Tetap Memperhatikan Mahasiswa Kurang Mampu
>> Universitas Airlangga
Yayasan Supersemar Masih Seperti Dulu

About these ads

Juli 11, 2008 - Posted by | BEASISWA, dalam negeri

1 Komentar »

  1. gimana caranya mengajukan beasiswa untuk program s1?

    Komentar oleh sri hartati | April 27, 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 110 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: