Info Beasiswa S1 S2 S3

Beasiswa Scholarships Dalam Negeri Luar Negri

Beasiswa Bantuan Arab Saudi

Copyright © 2007 Serambi Indonesia. All rights reserved.
Rubrik: Serambi Edisi: 10/03/2007 09:31:46
Usut Pemotongan Beasiswa Bantuan Arab Saudi
JANTHO – Dugaan pemotongan beasiswa yang bersumber dari Kerajaan Arab Saudi untuk 300 anak
yatim korban tsunami di Kabupaten Aceh Besar yang disebut-sebut dilakukan oleh pihak Yayasan
Putri Gina (berdasarkan ketetapan dengan Pesantren Darun Najah Jakarta) memicu reaksi berbagai
kalangan, termasuk anggota DPRD Aceh Besar.
Dua anggota DPRD Aceh Besar, Tgk Jailani Ibrahim (Ketua F-Bintang Reformasi) dan Musannif dari
PPP kepada Serambi secara tegas meminta polisi mengusut tuntas kasus yang mereka nilai sangat
memalukan itu. “Dugaan terjadinya pemotongan beasiswa (termasuk beasiswa untuk anak yatim),
sungguh tak bisa ditolerir. Polisi harus mengusut tuntas kasus ini,” tandas Jailani dibenarkan
Musannif.
Jailani dan Musannif juga meminta kepada yayasan yang memfasilitasi program beasiswa tersebut
agar mengembalikan hak anak-anak yang telah terlanjur dipotong agar mereka bisa menggunakan
dana tersebut untuk kepentingan pendidikan.
“Kepada Kerajaan Arab Saudi melalui International Islamic Relief Organization yang telah
merealisasikan bantuan untuk anak-anak yatim Aceh Besar kami menyampaikan penghargaan dan
terima kasih. Begitu juga kepada yayasan yang telah memfasilitasi, semoga amanah tersebut
benar-benar diserahkan secara utuh kepada yang berhak,” kata kedua anggota DPRD Aceh Besar
tersebut.
Sehubungan mencuatnya persoalan pada penyaluran bantuan tersebut, baik Jailani maupun
Musannif berharap agar donatur lebih selektif dalam menentukan yayasan sebagai mitra. “Kita
mendukung berbagai usaha yang dilakukan untuk membantu anak yatim. Namun kita menentang
keras kalau ada pihak-pihak yang menjadikan anak yatim sebagai proyek untuk kepentingan
pribadi atau kelompok,” tandas Tgk Jailani, anggota DPRD Aceh Besar asal Kecamatan Krueng
Barona Jaya.
Janji menghubungi
Perwakilan International Islamic Relief Organization (IISO) Jakarta, Ramdul yang dihubungi
Serambi melalui telepon, Jumat (9/3) siang belum dapat memberikan keterangannya terkait
adanya pemotongan beasiswa kepada anak yatim oleh Yayasan Putri Gina yang berkantor di Desa
Meunasah Intan, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.
Ketika dihubungi, Ramdul mengaku sedang dalam perjalanan dari Aceh Barat menuju Banda Aceh.
“Maaf ya, saya masih dalam perjalanan pulang dari Aceh Barat ke Banda Aceh. Nanti saja kalau
saya sudah sampai di Banda Aceh, akan saya hubungi kembali,” ujar Ramdul.
Dipotong Rp 1,4 juta
Seperti diberitakan, beasiswa untuk 300 anak yatim korban tsunami di Kabupaten Aceh Besar dari
Kerajaan Arab Saudi melalui International Islamic Relief Organization (IISO) dilaporkan dipotong
sebesar Rp 1,4 juta per anak. Akibat pemotongan itu, masing-masing anak hanya menerima Rp 1
juta dari jumlah yang seharusnya Rp 2,4 juta.
Ketua Yayasan Putri Gina, Khairani yang dimintai keterangannya mengakui adanya pemotongan
dana bantuan senilai Rp 1.400.000 per anak. Menurutnya, pemotongan uang tersebut merupakan
ketetapan antara Yayasan Putri Gina dengan Pesantren Darun Najah Jakarta yang bertindak
sebagai koordinator yang mengajukan permohonan beasiswa itu kepada Pemerintah Arab Saudi.
“Pemotongan sebesar Rp 1.400.000 itu bukan untuk yayasan, tapi ini sudah kesepakatan dengan
Page 1 of 2
file://C:\DOCUME~1\Presario\LOCALS~1\Temp\QFGNEO4F.htm 3/12/2007
Copyright © 2007 Serambi Indonesia. All rights reserved.
[ Tutup ]
Pesantren Darun Najah Jakarta karena mereka sebagai koordinator pengurusan beasiswa ini ke
Pemerintah Arab Saudi,” kata Khairani menjawab Serambi dan beberapa wartawan lainnya yang
memintai klarifikasinya, Rabu 7 Maret 2007.
Khairani menjelaskan, ada 14 poin penggunaan dana yang dipotong itu yang sebagian besarnya
untuk biaya administrasi, seperti administrasi kepengurusan Pesantren Darun Najah, administrasi
untuk penulisan terjemahan bahasan Arab data setiap anak, administrasi yayasan, adiministrasi
koordinator setiap desa, administrasi surat keterangan kepala desa, kepala sekolah, dan camat,
membeli nasi, biaya transportasi Banda Aceh-Jakarta, dan dokumentasi.
Ditanya tentang kesepakatan pemotongan itu, Khairani mengatakan berdasarkan kesepakatan
tertulis pada 28 Januari 2005. Namun, ia mengaku tidak memiliki lagi surat tersebut karena sudah
dibakar oleh beberapa koordinator yang marah karena dananya terlambat turun.
Disinggung tentang banyaknya jumlah penerima bantuan yang bukan anak yatim piatu, Khairani
menjelaskan, hal itu sesuai dengan data yang diberikan oleh koordinator di lapangan. “Saya tidak
tahu karena waktu itu saya di Jakarta, mereka yang mendata setiap anak-anak itu,” katanya.
Diceritakan, bantuan itu berawal saat ia berkunjung ke Jakarta dan bertemu dengan pimpinan
Pesantren Darun Najah, Ma‘rus Amin yang punya hubungan baik dengan Pemerintah Arab Saudi.
Berkat pengurusannya, Arab Saudi akhirnya berkeinginan membantu anak-anak yatim korban
tsunami, dan meminta data nama-nama anak yatim tersebut.
Karena waktu itu ia masih di Jakarta, Khairani meminta koordinator lapangan yang ada di
yayasannya untuk mendata jumlah anak yatim di enam kecamatan dalam wilayah Aceh Besar.
Setelah proposal siap, lalu dikirimkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada Kedutaan Arab Saudi.
Satu tahun kemudian, Pemerintah Arab Saudi melalui kedutaannya di Jakarta mengabarkan bahwa
bantuan itu akan segera cair tapi tidak semuanya. Untuk tahap pertama akan disalurkan sebanyak
300 anak yatim. “Saya tidak tahu di mana kesalahannya, yang jelas saya hanya ingin berbuat untuk
anak-anak yatim korban tsunami. Tidak ada maksud untuk mengambil uang dari anak-anak yatim
itu,” demikian Khairani.(mis/saf/nas)
Page 2 of 2
file://C:\DOCUME~1\Presario\LOCALS~1\Temp\QFGNEO4F.htm 3/12/2007

About these ads

Juli 11, 2008 - Posted by | BEASISWA

Belum ada komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 115 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: